US Army mengakuisisi sistem artileri swagerak beroda ban Hanwha K9MH dari Korea Selatan
Hanwha AerospaceAIRSPACE REVIEW – Hanwha Defense USA memenangkan kontrak untuk mengirimkan enam prototipe K9MH (Mobile Howitzer) untuk program Mobile Tactical Cannon Angkatan Darat AS (US Army) dengan opsi 12 unit tambahan.
Kontrak diraih setelah kampanye publik yang dijalankan Hanwha selama hampir setahun untuk menawarkan howitzer beroda terbaru rancangannya kepada US Army.
Perusahaan pertama kali mengajukan sistem tersebut, yang saat itu disebut sebagai K9A2, di pameran AUSA di Washington pada Oktober 2025.
Evaluasi yang akan dilakukan US Army terhadap prototipe K9MH mencakup demonstrasi tembakan langsung, integrasi dengan amunisi standar AS, dan pengujian kompatibilitas dengan sistem pengendalian tembakan dan komunikasi juga dari AS.
Saat ini Hanwha Defense USA sedang membangun fasilitas integrasi dan pengujian Fase I di Opelika, Alabama, dan telah menandatangani perjanjian sewa tempat selama tiga tahun.
Sembilan Tembakkan Per Menit
Platform artileri medan swagerak (SPH) untuk US Army ini menggunakan platform truk Tatra berpenggerak 8×8 buatan Ceko.
K9MH dilengkapi dengan sistem penanganan dan pemuatan amunisi otomatis meningkatkan laju tembakan berkelanjutan platform dari sekitar enam tembakan per menit pada sistem lama, menjadi sembilan tembakan per menit.
Howitzer-nya kompatibel dengan rangkaian amunisi 155 mm yang sudah dimiliki US Army. Jangkauan tembaknya hingga 40 km menggunakan proyektil berdaya ledak tinggi (HE) konvensional, dan mencapai 50–56 km menggunakan proyektil berbantuan roket (RAP).
Mobilitas dan Manuver Lebih Unggul
Kehadiran K9MH merupakan solusi artileri lengkap dan akan menjadi inti dari transformasi US Army menjadi kekuatan yang lebih modern dan lebih mematikan.
Perlu diketahui, K9MH merupakan sistem artileri medan bergerak beroda ban pertama yang akan digunakan oleh US Army. Saat ini mereka mengoperasikan M109A7 Paladin 155 beroda rantai.
Dibandingkan sistem SPH beroda rantai, versi beroda ban memiliki keunggulan dalam hal mobiltas dan kelincahan manuver, selain itu sistem ini tak memerlukan kendaraan pengangkut khusus untuk pergeseran jarak jauhnya. (RBS)
