Menguak Rahasia Khabarovsk: Kapal Selam Pengusung Torpedo Kiamat Rusia Mulai Melaut

Rusia mulai uji laut kapal selam nuklir KhabarovskRussian MoD
Rusia mulai uji laut kapal selam nuklir Khabarovsk.

AIRSPACE REVIEW – Kapal selam bertenaga nuklir paling rahasia milik Rusia, Khabarovsk (Proyek 09851), resmi melaut dari galangan kapal Sevmash di Severodvinsk pada 17 Agustus 2026.

Kapal tersebut menuju Laut Putih untuk memulai uji coba laut pabrik (factory sea trials). Tahap ini menjadi langkah penting dalam modernisasi militer Moskow.

Selama uji coba, tim teknis akan mengevaluasi kinerja reaktor nuklir, sistem pendorong, navigasi, serta kekuatan struktur lambung kapal sebelum diserahkan kepada Angkatan Laut Rusia.

Khabarovsk memiliki peran unik dalam strategi efek gentar (deterrence) Rusia. Kapal ini menjadi platform pertama yang dirancang khusus sejak awal oleh Biro Desain Pusat Rubin untuk mengangkut wahana bawah air nirawak Poseidon (2M39).

Dirancang Penuh dari Nol

Karakteristiknya berbeda dari kapal selam BS-329 Belgorod yang beroperasi sejak 2022. Belgorod dibangun dari modifikasi lambung kapal selam era Soviet kelas Oscar II.

Sementara itu, Khabarovsk dirancang penuh dari nol untuk membawa enam tabung peluncur Poseidon, atau 50 persen lebih banyak dibanding kapasitas peluncur Belgorod.

Secara teknis, Khabarovsk memiliki panjang sekitar 135 m, lebar 13,5 m, dan bobot selam mencapai 10.000 metrik ton.

Bagian depan (bow) kapal dibuat lebih lebar untuk menampung dua kompartemen besar berisi enam peluncur Poseidon.

Baca di Sini: Putin sebut kapasitas Poseidon AUV nuklir Rusia melampaui rudal balistik antarbenua Sarmat

Di antara kompartemen tersebut, terdapat ruang senjata konvensional berisi 6-8 tabung torpedo 533 mm untuk pertahanan diri.

Pada bagian belakang, kapal ini mengadopsi teknologi pendorong pump-jet dari kapal selam kelas Borei-A.

Ditenagai reaktor nuklir KTP-6-185SP berdaya 200 MW, Khabarovsk mampu melaju sangat hening hingga kecepatan 30–32 knot di bawah air.

Persenjataan Utama

Senjata utamanya, 2M39 Poseidon, sering dijuluki sebagai “torpedo kiamat”. Senjata ini merupakan drone bawah air otonom bertenaga nuklir dengan panjang 20 m dan bobot hingga 110 ton.

Poseidon mampu menjelajah sejauh 10.000 km pada kedalaman 1.000 m dengan kecepatan 60–70 knot.

Mengusung hulu ledak nuklir berskala megaton, Poseidon dirancang untuk melintasi samudra secara mandiri selama berhari-hari. Tujuannya adalah menembus sistem pertahanan laut lawan serta menghancurkan pangkalan militer dan kota pesisir musuh lewat gelombang tsunami radioaktif.

Uji coba laut ini menjadi pencapaian besar setelah proyek Khabarovsk mengalami penundaan bertahun-tahun.

Baca di Sini: Rusia luncurkan kapal selam nuklir terbaru kedua, Khabarovsk, pembawa torpedo berat Poseidon yang mengerikan

Kontrak pengembangan kapal ini telah ditandatangani sejak 2012, sedangkan peletakan lunasnya dilakukan pada Juli 2014.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pengujian di Laut Putih, Khabarovsk dijadwalkan bergabung dengan Armada Pasifik Rusia di Semenanjung Kamchatka.

Saat ini, fasilitas khusus di Teluk Krasheninnikov telah disiapkan untuk mendukung pangkalan operasional kapal selam pembawa Poseidon tersebut. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *