Pertama Kali, Rheinmetall Luncurkan Drone Kamikaze FV-014 dari Kontainer Truk HX
RheinmetallAIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan raksasa asal Jerman, Rheinmetall, untuk pertama kalinya melakukan uji peluncuran amunisi jelajah FV-014 dari Peluncur Rudal Kontainer (Containerized Missile Launcher/CML) yang dipasang pada truk HX 8×8.
Uji coba berlangsung pada Juli 2026 di Pusat Uji Nasional untuk Sistem Pesawat Tak Berawak di Pusat Kedirgantaraan Jerman di Cochstedt, Saxony-Anhalt. Sistem tersebut melakukan simulasi uji tembak statis dan bergerak.
Sistem CML pertama diperlihatkan kepada publik saat dipamerkan dalam gelaran Eurosatory di Paris pada Juni 2026.
Boks peluncur dibangun dari kontainer pengiriman ISO standar berukuran 20 kaki, dapat menampung hingga 18 amunisi FV-014.
CML dapat ditempatkan secara statis atau dipasang pada platform bergerak termasuk truk seri HX Rheinmetall, gerbong kereta api, atau kapal permukaan air.
Tembus Baja 600 Mm
Senjata pada sistem CML ini adalah FV-014 yang memiliki berat peluncuran sekitar 22 kg termasuk muatan hulu ledak sekitar 6 kg.
Drone kamikaze ini membawa hulu ledak berdaya ledak tinggi serbaguna yang mampu menembus lebih dari 600 mm (24 inci) lapis baja padat.
FV-014 memiliki jangkauan operasional hingga 100 km dan durasi penerbangan hingga 70 menit.
Dibekali sistem propulsi listrik, membuat drone tetap senyap selama pendekatan, dan sistem tersebut dirancang untuk mengurangi jejak radar dan inframerahnya.
Satu Orang Operator
Setelah diluncurkan dari kontainer menggunakan pendorong, FV-014 membentangkan sayapnya dan beralih ke penerbangan aerodinamis.
Seorang operator diperlukan untuk mengendalikan FV-014 dari stasiun darat yang dapat membatalkan misi jika kondisi berubah.
Info Lain: Rheinmetall Jerman demonstrasikan sistem pertahanan antidrone bergerak Skyspotter di Finlandia
Sistem ini dibangun untuk menahan interferensi GNSS melalui otonomi tingkat tinggi, memungkinkannya beroperasi di lingkungan peperangan elektronik (EW) yang kuat.
Selain serangan individu, FV-014 mendukung operasi kawanan, memungkinkan operator untuk menyerang banyak target secara bersamaan. (RBS)
