Korean Air Kembangkan eVTOL Midnight buatan AS untuk Misi Khusus Militer Korea Selatan

Midnight eVTOLArcher Aviation
Midnight eVTOL buatan Archer Aviation dari AS.

AIRSPACE REVIEW – Korean Air berencana mengembangkan pesawat electric vertical takeoff and landing (eVTOL) Midnight buatan perusahaan Amerika Serikat, Archer Aviation. Langkah ini bertujuan menyediakan wahana transportasi misi khusus dan dukungan logistik bagi militer Korea Selatan.

Pengoperasian eVTOL Midnight akan memberikan fleksibilitas tinggi bagi militer tanpa ketergantungan pada landasan pacu konvensional. Pesawat ini dirancang untuk mengangkut personel, pasokan darurat, maupun tim kecil dalam jangkauan jarak pendek.

Dalam kerja sama ini, Korean Air memimpin proses modifikasi militer dan integrasi sistem misi. Sementara itu, Archer Aviation memberikan dukungan teknis berdasarkan pengalaman penilaian kelaikan udara bersama militer AS.

Teknologi Tilt-Rotor

Sebelumnya, Archer telah menyerahkan unit pertama Midnight kepada Angkatan Udara AS (USAF) pada Agustus 2024 di bawah program AFWERX Agility Prime. Penyerahan tersebut dilakukan setelah Departemen Perang AS menyetujui sertifikasi kelaikan terbang militernya.

Berbagai peran strategis disiapkan untuk pesawat ini, mulai dari evakuasi medis, pencarian dan penyelamatan (SAR), hingga dukungan operasi khusus. Selain itu, Midnight juga diproyeksikan untuk menjalankan misi penyaluran logistik di wilayah terpencil.

Baca di Sini: Archer Aviation mengirimkan pesawat eVTOL Midnight pertama ke Angkatan Udara AS untuk evaluasi militer

Mengusung teknologi tilt-rotor dengan konfigurasi “12 tilt 6”, Midnight dibekali 12 baling-baling utama. Enam baling-baling depan dapat dimiringkan untuk fase jelajah, sedangkan enam baling-baling belakang berfungsi memberikan daya angkat saat lepas landas dan mendarat.

Pesawat berkapasitas satu pilot dan empat penumpang ini mampu mengangkut beban muatan hingga 454 kg. Kinerjanya didukung kecepatan maksimum 241 km/jam serta jangkauan jelajah mencapai 161 km.

100 Unit

Archer telah mengamankan kontrak senilai 142 juta USD dari Departemen Perang AS yang mencakup pengadaan hingga enam unit pesawat. Kontrak tersebut juga melibatkan pembagian data uji terbang, pelatihan pilot, hingga pengembangan fasilitas pemeliharaan.

Khusus pasar Korea Selatan, Archer menargetkan potensi penjualan hingga 100 unit pesawat Midnight untuk kebutuhan militer setempat. Kehadiran armada ini dinilai mampu menjembatani celah operasional antara helikopter, kendaraan darat, dan drone logistik.

Baca Juga: United Airlines layani taksi udara pertama di Chicago tahun 2025

Pesawat ini sangat cocok untuk menghubungkan pangkalan militer, pos terdepan, serta area pegunungan yang tidak memiliki landasan pacu.

Di kawasan kepulauan seperti Laut Kuning, Midnight menjadi solusi efisien untuk mobilitas antarinstalasi tanpa harus bergantung pada helikopter berat. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *