Catatkan rekor baru, KIZILELMA sukses melaksanakan uji tembak senjata internal

KIZILELMA sukses menembakkan senjata internalnyaBaykar
KIZILELMA sukses menembakkan senjata internalnya.

AIRSPACE REVIEW – Jet tempur nirawak (UCAV) Turkiye, Baykar KIZILELMA, mencatatkan rekor baru dalam dunia penerbangan militer dengan keberhasilan melaksanakan uji tembak senjata berpresisi tinggi langsung dari ruang senjata internal (internal weapons bay) dan mengenai sasaran secara akurat.

Pengujian ini melibatkan pengintegrasian dan pelepasan dua jenis amunisi buatan dalam negeri, yakni amunisi TEBER-82 yang dikembangkan oleh Roketsan dan amunisi TOLUN-P produksi Aselsan.

Keberhasilan melepas amunisi dari dalam badan pesawat tanpa mengganggu stabilitas aerodinamis menandai lompatan besar dari tahap integrasi senjata dasar menuju konfigurasi operasional berfitur siluman (low-observable).

Baca di Sini: Hancurkan target jarak 120 km, KIZILELMA buktikan ketangguhan rudal supersonik JET-230

Penempatan senjata di dalam ruang internal merupakan faktor krusial bagi doktrin tempur siluman KIZILELMA. Menggantung senjata pada gantungan eksternal di bawah sayap dapat meningkatkan pantulan radar (radar cross-section) serta menambah hambatan udara.

Dengan menyembunyikan amunisi di dalam badan pesawat, KIZILELMA alias Si Apel Merah mampu mempertahankan jejak radar yang rendah, meningkatkan efisiensi bahan bakar, serta menembus wilayah udara yang dilindungi sistem pertahanan udara musuh dengan risiko deteksi yang jauh lebih kecil.

Sinergi Kemandirian Industri Pertahanan Turkiye

Sinergi antara Baykar, Roketsan, dan Aselsan menunjukkan kemandirian ekosistem industri pertahanan Turkiye dari rantai pasok asing. Amunisi TEBER-82 memberikan fleksibilitas serangan berpanduan laser dan GPS terhadap sasaran bergerak maupun statis, sementara TOLUN-P dirancang khusus untuk menembus struktur bangunan yang diperkuat (hardened targets) dari jarak jauh.

Kombinasi sensor canggih seperti radar MURAD AESA buatan Aselsan dan kemampuan terbang otonom KIZILELMA membentuk rantai penyerangan (sensor-to-shooter architecture) yang terintegrasi secara penuh dan mandiri.

Baca di Sini: Bedah teknologi KIZILELMA, drone tempur “Si Apel Merah” dari Turkiye yang diminati RI

Pencapaian ini tidak hanya memperkuat daya gentar Turkiye di kawasan Laut Hitam, Mediterania Timur, dan Timur Tengah, tetapi juga memberikan dimensi baru bagi doktrin pertempuran gabungan antara pesawat berawak dan nirawak (crewed-uncrewed teaming) di masa depan. (ME)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *