Ukraina mengubah drone kamikaze An-196 Liutyi menjadi pembawa rudal

Drone An-196 Liutyi UkrainaOboronka
Drone An-196 Liutyi Ukraina.

AIRSPACE REVIEW – Ukraina telah mengubah drone kamikaze jarak jauh andalannya An-196 Liutyi menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya, yakni sebagai platform serangan jarak jauh.

Drone yang tampilannya mirip Baykar TB2 dari Turkiye ini diperlihatkan kepada publik dalam Pameran Dirgantara Internasional Farnborough (FIA) 2026 di Inggris.

Liutyi terlihat membawa empat rudal yang dipasang di bawah sayapnya, sebuah konfigurasi yang memungkinkan drone tersebut melakukan serangan jarak jauh daripada meledakkan dirinya sendiri secara langsung terhadap satu target.

Rudal udara ke permukaan kompak tersebut memiliki jangkauan serang hingga 200 km dan meluncur dengan kecepatan sekitar 500 km/jam.

Dirancang Biro Desain Antonov

Liutyi, yang dalam bahasa Ukraina berarti “ganas” atau “marah” telah digunakan sejak tahun 2022 sebagai drone serang satu arah jarak jauh utama Ukraina.

Drone dikembangkan oleh perusahaan pertahanan negara Ukroboronprom bekerja sama dengan Biro Desain Antonov yang terkenal dengan pesawat raksasanya seperti An-22, An-124 dan An-225.

Baca Juga: Jerman akan gelontorkan lebih dari 100 juta euro untuk produksi drone serang jarak jauh An-196 Liutyi di Ukraina

Drone bersayap tetap dan bermesin model pusher ini memiliki berat antara 250 dan 300 kg dan sanggup membawa muatan 50 hingga 75 kg.

Jangkauan terbang maksimum Liutyi mencapai 1.700 km, yang mampu terbang menembus jauh ke dalam wilayah Rusia.

Teruji Perang

Dengan mempersenjatai pesawat yang sama dengan empat rudal terpisah alih-alih satu hulu ledak tetap, hal itu secara fundamental mengubah apa yang dapat dicapai Liutyi dalam satu misi.

Baca Juga: Ukraina mengklaim berhasil menyerang pabrik drone Shahed Rusia di Izhevsk menggunakan drone kamikaze jarak jauh Liutyi

Sebelumnya, Resimen Pesawat Tak Berawak ke-14 Ukraina telah menggunakan Liutyi versi kamikaze secara ekstensif terhadap kilang minyak dan infrastruktur bahan bakar Rusia.

Menurut Re:Russia, sebuah kelompok riset yang melacak perang tersebut, Liutyi menyumbang hingga 80 persen dari serangan mendalam Ukraina yang berhasil terhadap target Rusia pada tahun 2024. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *