Amankan KTT NATO di Ankara, Turkiye kerahkan pesawat intai E-7T Peace Eagle selama 60 jam
Seattle AviatorAIRSPACE REVIEW – Turkiye menempatkan pesawat peringatan dini dan kontrol udara (AEW&C) Boeing E-7T “Peace Eagle” sebagai pusat pengamanan wilayah udara selama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO ke-36 yang berlangsung di Ankara pada 7-8 Juli 2026.
Angkatan Udara Turkiye dijadwalkan menggelar misi pengawasan udara tanpa terputus selama 60 jam penuh. Guna menjaga kontinuitas pengawasan, Turkiye telah menyiapkan total 11 sorti penerbangan sepanjang berlangsungnya pertemuan puncak para pemimpin dan delegasi aliansi transatlantik tersebut.
Operasi pengamanan ini dikendalikan dari Komando Pangkalan Jet Utama ke-3 di Konya, yang merupakan markas utama bagi armada Peace Eagle Turkiye.
Komandan kru misi AEW&C, Mayor Fatih Kulak, menjelaskan Boeing E-7T akan bertugas memantau wilayah udara Turkiye, memberikan peringatan dini, serta membantu proses identifikasi terhadap setiap pesawat asing atau tak dikenal yang mendekati area sensitif.
Salah satu jadwal patroli juga diarahkan ke kawasan Laut Hitam untuk memantau potensi ancaman dan melaporkannya secara langsung ke otoritas terkait.
Setiap sorti penerbangan rata-rata akan diawaki oleh 15 kru dengan durasi terbang sekitar delapan setengah jam, dan para kru telah disiagakan untuk memperpanjang waktu terbang jika situasi di lapangan membutuhkan.
Varian Khusus Milik Turkiye
Pesawat E-7T Peace Eagle merupakan varian khusus milik Turkiye yang dikembangkan dari platform jet komersial Boeing 737-700.
Berbeda dengan pesawat intai AWACS model lama (seperti Boeing E-3 Sentry) yang menggunakan piringan radar berputar di atas badan pesawat, E-7T mengadopsi teknologi radar pemindai elektronik statis berbentuk sirip memanjang (blade-like profile).
Teknologi modern ini memungkinkan Peace Eagle berfungsi sebagai pos komando terbang (flying command post).
Dilengkapi dengan sensor aktif dan pasif, pesawat ini mampu mendeteksi serta melacak target di udara maupun di laut secara bersamaan, kemudian membagikan data situasi medan (air picture) secara waktu nyata kepada pusat operasi di darat maupun unit kapal perang.
Pesan Penting Bagi Aliansi NATO
Pengerahan Peace Eagle di KTT Ankara bukan sekadar langkah pengamanan domestik bagi Turkiye. Di tengah fokus baru NATO terhadap penguatan pertahanan udara, ketahanan industri, dan pencegahan konflik, operasi ini menjadi ajang unjuk gigi kemampuan intelijen udara yang krusial bagi aliansi.
Terlebih lagi, armada pesawat intelijen E-3A AWACS milik NATO yang sudah menua saat ini mulai mendekati akhir masa pakainya.
Langkah Turkiye yang sukses mengoperasikan platform modern berbasis Boeing 737 ini dinilai memberikan cetak biru penting, mengingat beberapa negara anggota NATO lainnya juga mulai beralih ke varian E-7 terbaru untuk kebutuhan jangka panjang mereka. (PN)
