Mengenal JS Nagara, fregat siluman baru Jepang yang hemat kru dan mematikan
JMSDFAIRSPACE REVIEW – Angkatan Laut Jepang (JMSDF) baru saja resmi kedatangan “monster laut” baru yang sangat canggih bernama JS Nagara (FFM-10). Kapal perang berteknologi siluman ini resmi bertugas per 29 Juni 2026 setelah selesai dibangun oleh raksasa teknologi Mitsubishi Heavy Industries.
Kehadiran JS Nagara bukan cuma soal pamer otot militer di kawasan Asia Pasifik. Jauh di balik itu, kapal ini adalah cara jenius Jepang dalam memanfaatkan teknologi pintar untuk mengatasi masalah terbesar mereka saat ini, yaitu krisis kurangnya anak muda.
Jepang saat ini sedang pusing karena jumlah penduduknya terus menyusut dan menua. Efeknya, mencari anak muda yang mau mendaftar jadi tentara atau pelaut menjadi sangat sulit.
Di sinilah letak kehebatan FFM-10. Berkat sistem otomatisasi digital yang sangat maju, kapal raksasa seberat 5.500 ton ini hanya butuh sekitar 90 orang kru saja untuk bisa beroperasi penuh.
Sebagai perbandingan, kapal perang sekurangnya dulu butuh 170 sampai 200 orang. Artinya, Jepang berhasil menghemat hampir separuh tenaga manusia tanpa mengurangi fungsi kapal sama sekali. Bagi Angkatan Laut Jepang, ini adalah solusi penyelamat di tengah krisis pekerja.
Si Cabai Rawit Punya Senjata Lengkap
Meski krunya sedikit, jangan remehkan daya hancur JS Nagara. Kapal ini ibarat “pisau Swiss Army” di lautan karena bisa melakukan banyak tugas sekaligus.
JS Nagara dapat melaksanakan peran sebagai pemburu kapal selam. Kapal dilengkapi sonar super sensitif di bagian bawah dan belakang kapal, sehingga bisa mendeteksi kapal selam musuh yang bersembunyi di air dalam.
Kapal ini juga membawa helikopter Seahawk untuk memburu kapal selam dari udara.
Selain itu, kapal yang konstruksinya dikerjakan oleh Nagasaki Shipyard & Machinery Works ini dapat melaksanakan fungsi sebagai kapal penyapu ranjau laut.
Berbeda dengan kapal perang biasa, JS Nagara membawa robot-robot bawah air tanpa awak yang bisa mencari dan menjinakkan ranjau laut yang mengancam jalur perdagangan.
Kapal ini juga dilengkapi perisai udara dengan rudal-rudal mematikan. Di badannya tertanam peluncur rudal vertikal (VLS) otomatis dan rudal antikapal jarak jauh yang bisa merontokkan target dari jarak hingga 250 kilometer.
Sulit Dideteksi Radar
Satu hal lagi yang membuat JS Nagara spesial adalah penampilannya yang sangat bersih dan minim lekukan tajam.
Desain luar kapal sengaja dibuat miring dan mulus (teknologi stealth) agar gelombang radar musuh memantul ke arah lain. Di layar radar musuh, kapal raksasa ini bisa jadi hanya terlihat sekecil kapal nelayan biasa.
Dengan biaya pembuatan sekitar Rp5 triliun per kapal, Jepang berhasil membuktikan bahwa lini produksi mereka sangat efisien.
Bahkan, teknologi kapal hemat kru ini sekarang sedang dilirik oleh negara lain seperti Australia dan Selandia Baru.
Kehadiran JS Nagara sangat diandalkan untuk memenangkan pertempuran di lautan. Bukan lagi soal siapa yang punya prajurit paling banyak, melainkan siapa yang punya teknologi paling pintar dan efisien.
Unit Kesepuluh Mogami-class
JS Nagara (FFM-10) merupakan kapal kesepuluh dari seluruh rangkaian fregat kelas Mogami yang dibangun untuk JMSDF.
Di dalam rencana pembangunan gelombang pertama yang menargetkan total 12 kapal, posisi JS Nagara berada di urutan belakang, tepat setelah kapal kesembilan yang bernama JS Natori.
Kehadiran kapal kesepuluh ini menandakan bahwa proyek ambisius Jepang hampir mendekati babak akhir untuk batch awal.
Setelah JS Nagara resmi masuk kedinasan aktif pada akhir Juni 2026, kini industri pertahanan Jepang tinggal menyisakan dua kapal terakhir saja, yaitu JS Tatsuta dan JS Yoshii, untuk menggenapi target 12 kapal sebelum mereka nantinya beralih memproduksi varian baru yang jauh lebih besar dan canggih. (PN)
