Inggris akan bangun armada kapal hibrida CCV untuk bendung aktivitas Rusia

Fregat Type 31Babcock
Fregat Type 31.

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Inggris mengumumkan rencana ambisius untuk membangun enam kapal perang canggih berteknologi hibrida yang mampu mengoperasikan berbagai jenis drone.

Langkah ini diambil sebagai strategi untuk menangkal peningkatan aktivitas militer Rusia di wilayah Atlantik Utara dan Arktik.

Kapal baru yang disebut sebagai Common Combat Vessel (CCV) ini akan menggantikan posisi enam kapal perusak (destroyer) Type 45, sekaligus menggeser rencana awal pemerintah yang sebelumnya ingin mengembangkan kapal perusak Type 83.

Ditargetkan Beroperasi Awal 2030-an

Menurut keterangan resmi pemerintah Inggris, CCV dirancang khusus untuk menyediakan kemampuan pertahanan udara maritim yang mumpuni.

Menariknya, CCV akan menjadi kapal hibrida pertama bagi Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy) yang memiliki kemampuan terintegrasi untuk mengoordinasikan drone di tiga alam sekaligus, yakni udara, permukaan laut, dan bawah air.

Kapal-kapal masa depan ini ditargetkan mulai masuk kedinasan pada awal dekade 2030-an.

Pendanaan proyek ini telah dialokasikan di bawah Rencana Investasi Pertahanan (Defence Investment Plan), yang memungkinkan program tersebut segera memasuki fase desain.

Investasi Besar Inggris

Setelah resmi beroperasi nanti, armada CCV akan bekerja berdampingan dengan alutsista modern Inggris lainnya.

Seperti diketahui, Angkatan Laut Inggris memiliki delapan kapal perang fregat Type 26, lima kapal perang fregat Type 31, platform rudal tanpa awak Type 91, platform sensor bawah laut Type 92, kendaraan bawah air tanpa awak berukuran ekstra besar (XLUUV) Type 93, dan platform sensor tanpa awak Type 94.

Kombinasi armada ini menandai investasi besar-besaran Inggris dalam kapabilitas maritim generasi berikutnya dengan skala yang belum pernah terjadi dalam beberapa dekade terakhir.

Selain pengadaan kapal, program CCV ini juga akan mendukung tiga inisiatif strategis baru di kawasan Atlantik, yaitu Atlantic Bastion, Atlantic Shield, dan Atlantic Strike.

Ketiganya dirancang khusus untuk memantau dan membendung pergerakan militer Rusia di Atlantik Utara serta kawasan kutub utara (Arktik).

Bersamaan dengan proyek ini, Inggris juga menyatakan akan berinvestasi pada kapal angkut amfibi baru untuk mendukung pasukan amfibi gabungan Inggris–Belanda. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *