Serbia akuisisi sistem pertahanan udara jarak jauh HQ-9 dari China, jadi operator pertama di Eropa

Sistem pertahanan udara HQ-9 buatan ChinaChina.mil
Sistem pertahanan udara HQ-9 buatan China.

AIRSPACE REVIEW – Serbia secara resmi mengumumkan akan mengakuisisi sistem pertahanan udara jarak jauh HQ-9 buatan China. Langkah ini menandai pergeseran besar dalam modernisasi militer negara di Semenanjung Balkan tersebut.

Akuisisi ini juga menjadikan Serbia sebagai negara Eropa pertama yang mengoperasikan sistem rudal permukaan ke udara (SAM) paling canggih versi ekspor milik Beijing.

Keputusan strategis tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Serbia, Aleksandar Vučić, sebagaimana dilaporkan oleh analis intelijen pada akhir Juni 2026.

Langkah ini dinilai akan memperkuat kemampuan Serbia dalam menangkal ancaman udara modern serta memperkokoh pertahanan udara di kawasan Balkan.

Pertahanan Udara Multilapis

HQ-9 dirancang untuk mencegat berbagai sasaran udara, mulai dari jet tempur, pesawat pengebom, rudal jelajah, pesawat tanpa awak (UAV), hingga rudal balistik taktis jarak pendek.

Varian ekspor terbarunya, HQ-9BE, dilaporkan mampu mengunci dan menghancurkan target pada jarak 260 hingga 300 kilometer dengan kecepatan rudal pencegat yang melebihi Mach 4.

Satu baterai utuh HQ-9BE mengombinasikan radar pengintai jarak jauh, radar keterlibatan (phased-array engagement radars), kendaraan komando-kendali, serta kendaraan peluncur seluler (transporter-erector-launchers) yang masing-masing membawa empat rudal interseptor.

Dilengkapi dengan teknologi penangkal elektronik (ECCM), HQ-9 mampu menghadapi serangan jenuh (saturation attacks) yang datang secara bersamaan dari berbagai arah.

Kehadiran HQ-9 akan menyempurnakan arsitektur pertahanan udara multilapis (layered air defense network) milik Serbia yang sebelumnya sudah mengadopsi beberapa sistem buatan China.

Sebelumnya, Serbia sudah memiliki sistem HQ-17A (jarak pendek), yang berfungsi sebagai pertahanan titik terhadap target rendah seperti helikopter, drone, dan rudal jelajah.

Kemudian ada juga sistem FK-3/HQ-22 (jarak menengah-jauh), yang diakuisisi pada tahun 2020 untuk mengover target jarak menengah.

Sistem HQ-9 (jarak jauh) menjadi lapisan terluar untuk intersepsi strategis di wilayah udara yang lebih luas.

    Pengaruh China di Eropa

    Selain signifikansi dari sisi militer, pembelian ini menegaskan strategi Serbia yang terus mendiversifikasi sumber pengadaan sistem persenjataan mereka.

    Meski Angkatan Bersenjata Serbia masih mengoperasikan banyak inventaris peninggalan Uni Soviet dan Rusia, China kini menjelma sebagai pemasok teknologi rudal dan drone yang sangat penting bagi Belgrade.

    Sebelum memesan HQ-9, kerja sama pertahanan kedua negara memang telah meningkat pesat. Serbia tercatat pernah membeli drone intai bersenjata CH-92A pada 2019, drone CH-95, serta sistem rudal HQ-17A pada periode 2024–2025.

    Dengan akuisisi HQ-9 oleh Serbia, China berhasil menancapkan pengaruh industri pertahanan kelas atasnya di Eropa.

    Sementara Serbia akan memiliki salah satu jaringan pertahanan udara berbasis darat paling mematikan dan disegani di kawasan Eropa Tenggara. (RNS)

    Mungkin Anda juga menyukai

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *