Kian dominan di Tiongkok, Airbus raih kontrak 25 A330neo senilai Rp153 triliun dari China Eastern
FATIIIAviationAIRSPACE REVIEW – Maskapai penerbangan milik pemerintah Tiongkok, China Eastern Airlines, resmi menandatangani kesepakatan besar dengan produsen pesawat asal Eropa, Airbus, untuk pembelian 25 unit pesawat berbadan lebar (widebody) generasi terbaru, A330neo.
Berdasarkan dokumen yang diajukan maskapai ke Bursa Efek Shanghai pada Jumat, 26 Juni, nilai total kontrak tersebut mencapai sekitar USD 9,35 miliar (atau setara Rp153 triliun) berdasarkan harga katalog resmi Airbus per Januari 2025.
Meski demikian, pihak China Eastern menyatakan bahwa harga riil yang disepakati jauh lebih rendah berkat potongan harga (discount) signifikan yang berhasil dinegosiasikan —hal yang lumrah dalam transaksi armada pesawat skala besar.
Ekspansi Rute Internasional
Pesawat-pesawat baru ini dijadwalkan akan dikirim secara bertahap dalam kurun waktu empat tahun, mulai dari 2029 hingga 2033.
China Eastern yang berbasis di Shanghai berencana menempatkan armada A330neo ini di Bandara Internasional Pudong Shanghai guna membuka rute-rute interkontinental baru serta meningkatkan frekuensi penerbangan internasional.
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari modernisasi struktur armada maskapai.
Varian A330neo yang ditenagai mesin Rolls-Royce Trent 7000 ini menawarkan efisiensi bahan bakar dan penurunan emisi karbon yang signifikan dibandingkan generasi pendahulunya.
Armada baru ini diproyeksikan untuk menggantikan sedikitnya 10 unit pesawat seri A330 lama (A330ceo) yang akan memasuki masa pensiun, sekaligus menekan biaya operasional per kursi (unit cost).
Untuk mendanai megaproyek ini, China Eastern akan mengombinasikan dana internal, pinjaman bank, serta instrumen pasar modal.
Karena skema pembayaran dilakukan dengan cicilan berjangka mengikuti jadwal pengiriman hingga 2033, manajemen memastikan investasi ini tidak akan mengganggu likuiditas maupun operasional harian perusahaan.
Memimpin Pasar Tiongkok
Kesepakatan ini kian memperkokoh posisi Airbus di pasar penerbangan Tiongkok, yang merupakan pasar terbesar kedua di dunia.
Pembelian ini menyusul transaksi besar lainnya pada Maret lalu, di mana China Eastern berkomitmen membeli 101 pesawat berbadan sempit (narrowbody) keluarga A320neo senilai 15,8 miliar (sekitar Rp258 triliun).
Sepanjang tahun 2026 saja, maskapai dan perusahaan pembiayaan (leasing) asal Tiongkok telah menyerahkan total sekitar 200 pesanan pesawat kepada Airbus, melanjutkan momentum 150 pesanan pada tahun sebelumnya.
Saat ini, tercatat ada hampir 2.400 pesawat komersial Airbus yang beroperasi di langit Tiongkok, memimpin pasar meninggalkan rivalnya, Boeing dari Amerika Serikat. (RNS)
