Inggris menguji senjata energi terarah RapidDestroyer, berhasil menembak jatuh 80 drone

Senjata Energi Terarah RapidDestroyer Buatan Thales UKThales UK

AIRSPACE REVIEW – Senjata energi terarah frekuensi radio RapidDestroyer buatan Thales UK berhasil menetralisir 80 drone kecil dalam uji coba antidrone di Gloucestershire, demikian pernyataan perusahaan tersebut pada 3 Juni 2026.

Hal ini menandai langkah signifikan dalam upaya Inggris untuk memperkuat pertahanan jarak dekatnya terhadap serangan drone massal dengan opsi penghancuran menggunakan sistem senjata elektronik berbiaya rendah.

Persenjataan RapidDestroyer ini menggunakan efektor RF (radio frekuensi) itu sendiri, bukan rudal, kanon, atau laser.

Sistem ini memancarkan energi radio frekuensi tinggi ke arah target untuk mengganggu atau merusak komponen elektronik di dalam drone.

Pada jenis quadcopter atau drone sayap tetap kecil, elemen yang rentan biasanya meliputi pengontrol penerbangan, pengontrol kecepatan elektronik, penerima, modul navigasi satelit, sirkuit manajemen daya, antarmuka sensor, dan elektronik tautan data.

Dengan senjata energi terarah RF ini dapat menyebabkan drone tersebut lumpuh atau jatuh dari langit dengan memengaruhi komponen internal ini.

Oleh karena itu, efek teknisnya lebih dekat dengan penghancuran elektronik daripada pengacakan konvensional. Intinya, senjata ini bertujuan untuk membuat drone gagal, bukan hanya untuk menolak sinyal kontrol.

Efektor empat panel yang telah ditingkatkan oleh Thales UK memberikan lebih banyak energi pada target dan memperluas jangkauan sistem terhadap sistem pesawat tak berawak kecil.

Kehadiran senjata RF dapat digunakan secara efektif melawan ancaman yang tidak dapat diacak menggunakan peperangan elektronik (EW) konvensional.

Dari perspektif operasional, RapidDestroyer paling relevan sebagai senjata pertahanan udara lapisan dalam untuk pangkalan, simpul logistik, depot amunisi, lokasi radar, posisi artileri, pelabuhan, lapangan terbang, dan pos komando.

Bersifat bergerak, senjata RF RapidDestroyer ini dapat dipasang pada kendaraan militer berat seperti MAN 4×4, dan berkat otomatisasi penuhnya, sistem ini memungkinkan untuk dioperasikan oleh satu orang saja. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *