Helikopter AH-64 Apache AS jatuh di dekat Selat Hormuz, Trump: Tidak ada korban jiwa

AS-64 Apache terbang di Selat HormuzCENTCOM

AIRSPACE REVIEW – Sebuah helikopter serang AH-64 Apache Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) dilaporkan jatuh di dekat kawasan strategis Selat Hormuz pada hari Senin. Kendati demikian, pihak AS memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Presiden AS Donald Trump menyampaikan kepada awak media bahwa dua kru yang berada di dalam helikopter tersebut berhasil diselamatkan dalam kondisi sehat tanpa luka-luka.

“Tidak ada yang terluka. Kami akan merilis laporan resminya besok. Namun yang pasti, kondisi para pilot baik-baik saja,” ujar Trump kepada wartawan.

Sampai saat ini, penyebab pasti jatuhnya helikopter belum diungkap ke publik. Otoritas terkait masih menginvestigasi apakah insiden tersebut dipicu oleh masalah mekanis, serangan dari pihak musuh, atau faktor teknis lainnya.

Komando Pusat AS (CENTCOM) maupun Departemen Luar Negeri AS juga belum memberikan rincian lebih lanjut.

Jalur Logistik yang Sensitif

Lokasi jatuhnya heli Apache berada di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur maritim paling krusial di dunia.

Selat ini menjadi perlintasan bagi sekitar seperlima dari total pengiriman minyak mentah global, menghubungkan Teluk Persia langsung dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

Militer AS, termasuk helikopter AH-64 milik US Army, secara rutin berpatroli di wilayah ini guna mengawal kapal-kapal komersial sekaligus menjaga stabilitas keamanan di tengah ketegangan yang kerap terjadi dengan Iran.

Insiden jatuhnya helikopter ini juga berlangsung di paruh waktu yang sensitif bagi kawasan Timur Tengah menyusul eskalasi konflik yang sempat terjadi antara Iran dan Israel.

Meski begitu, otoritas berwenang menegaskan belum ada bukti atau indikasi yang menghubungkan kecelakaan helikopter ini dengan situasi geopolitik tersebut.

AH-64 Apache merupakan helikopter serang utama andalan Angkatan Darat AS yang telah mengudara sejak era 1980-an.

Varian terbaru heli ini, AH-64E Apache Guardian, sampai saat ini masih terus diproduksi dan dioperasikan secara luas oleh AS beserta negara-negara sekutu maupun negara-negara yang diberikan izin untuk mengakuisisi dan mengoperasikan heli serang ini.

Paling Canggih dan Teruji di Dunia

Laman Boeing menyebut, dari AH-64A pada tahun 1984 hingga AH-64E saat ini, satu hal tentang Apache yang tidak berubah adalah reputasinya sebagai helikopter serang paling canggih dan teruji di dunia.

AH-64 Apache merupakan tulang punggung armada helikopter serang US Army dan telah mengumpulkan lebih dari 5,3 juta jam terbang, lebih dari 1,3 juta di antaranya dalam pertempuran.

Dengan lebih dari 1.300 pesawat yang beroperasi di seluruh dunia, ini adalah helikopter serang pilihan bagi 19 negara dan terus bertambah.

Dengan AH-64E yang diproduksi hingga tahun 2030-an, Apache melayani Angkatan Darat AS dan negara-negara mitra sebagai helikopter serang utama dunia hingga tahun 2060-an.

Seiring Boeing dan US Army terus berinvestasi dalam teknologi terbaru, evolusi Apache selanjutnya menghadirkan Pendekatan Sistem Terbuka untuk mengintegrasikan kemampuan baru seperti Efek Peluncuran dan meningkatkan kerja sama dengan sistem otonom untuk interoperabilitas yang lebih besar.

UPDATE:

Trump melalui unggahan di media sosialnya membenarkan bahwa Iran telah menembak jatuh helikopter serang Apache AH-64 AS di Selat Hormuz, dan Amerika berkewajiban untuk meresponsnya.

“Kami baru saja diberitahu oleh militer besar kami bahwa tadi malam Iran menembak jatuh salah satu helikopter jenis Apache kami yang sangat canggih yang sedang berpatroli di Selat Hormuz. Ada dua pilot di dalamnya, keduanya selamat dan tidak terluka. Namun demikian, Amerika Serikat berkewajiban untuk menanggapi serangan ini. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini! Presiden Donald Trump,” demikian bunyi pernyataan tersebut. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *