Intelijen Ukraina: Rusia lipatgandakan produksi rudal RM-48U untuk serang target darat

S-400Sergei Bobylev/TASS

AIRSPACE REVIEW – Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina (HUR) mengungkapkan Rusia telah melipatgandakan produksi rudal RM-48U.

Rudal tersebut dialihfungsikan untuk menghantam berbagai target darat di Ukraina menggunakan sistem pertahanan udara S-300PM dan S-400.

Peningkatan ini merupakan bagian dari lonjakan kapasitas industri militer Rusia secara signifikan, di mana Moskow kini mampu meluncurkan hingga 100 rudal balistik ke wilayah Ukraina setiap bulannya tanpa menguras persediaan persenjataan mereka secara drastis.

Perubahan Fungsi

Rudal RM-48U sendiri pada awalnya dirancang sebagai rudal sasaran (target missile) untuk pelatihan sistem pertahanan udara berbasis darat.

Namun, di tengah konflik yang terus berlanjut, militer Rusia memodifikasi dan memproduksinya secara massal untuk menyerang sasaran di darat.

Menurut laporan HUR, Kremlin berencana memproduksi lebih dari 480 rudal RM-48U pada tahun 2026.

Angka ini melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2025 yang memproduksi sekitar 200 unit. Saat ini, kapasitas produksi bulanan untuk rudal jenis tersebut telah mencapai hingga 50 unit per bulan.

Selain rudal RM-48U, laporan intelijen tersebut juga merinci target produksi rudal Rusia lainnya untuk tahun 2026.

Disebutkan bahwa untuk rudal balistik 9M723 Iskander-M, Rusia menargetkan pengiriman hingga 700 unit pada tahun ini, jumlah yang relatif sama dengan total produksi tahun lalu. Kapasitas produksi bulanannya berada di angka 55 hingga 60 rudal.

Kemudian untuk rudal hipersonik Kinzhal, Rusia berencana memproduksi hingga 60 unit sepanjang tahun 2026.

“Melihat tingkat produksi yang terus berjalan ini, musuh dapat menggunakan hingga 100 rudal balistik per bulan terhadap target di wilayah Ukraina, sembari tetap menjaga tingkat cadangan yang stabil,” jelas pihak HUR dalam keterangan resminya.

Rusia Terus Berekspansi

Peningkatan produksi ini membuktikan bahwa industri pertahanan Rusia masih terus berekspansi dan beradaptasi meskipun berada di bawah tekanan sanksi berlapis dari negara-negara Barat.

Menanggapi situasi ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pertemuan Dewan NATO-Ukraina di Kyiv menegaskan, ancaman serangan vertikal ini merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi negaranya.

Pihak Ukraina terus mendesak para sekutu internasional untuk segera memasok sistem pertahanan udara tambahan yang mumpuni guna mengintercept ancaman rudal balistik yang kian intensif. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *