Cetak sejarah, Chili luluskan pilot tempur wanita F-16 pertama di Amerika Latin

Letnan Francisca Caces Arias pilot pertama F-16 ChileFACh

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Chili (Fuerza Aérea de Chile/FACh) resmi mencetak sejarah baru dalam dunia penerbangan militer. Letnan Francisca Caces Arias berhasil lulus dan dinobatkan sebagai wanita pertama di negara tersebut —sekaligus salah satu yang pertama di Amerika Latin— yang memenuhi kualifikasi untuk menerbangkan jet tempur canggih F-16 Fighting Falcon.

Pencapaian ini menandai babak baru bagi keterlibatan perempuan dalam misi operasional militer tingkat tinggi di kawasan tersebut.

Upacara kelulusan dilaksanakan di Aviation Group No. 8, V Air Brigade, yang berbasis di Antofagasta, markas utama dari armada F-16 milik FACh.

Untuk bisa duduk di kokpit F-16, Letnan Caces harus melewati proses konversi operasional intensif selama 15 bulan.

Program ini dikenal sebagai salah satu kursus militer paling menuntut di Amerika Selatan, yang mencakup pelatihan akademik lanjutan, simulasi misi taktis, hingga latihan pertempuran udara ke udara (air-to-air) dan udara ke darat (air-to-surface).

Selain dituntut menguasai sistem radar modern, manajemen sensor, dan persenjataan pintar (smart weapons), pelatihan ini juga menguji ketahanan fisik yang ekstrem, pengambilan keputusan dalam hitungan detik, serta kesiapan mental tingkat tinggi.

Perjalanan karier Letnan Caces di dunia militer dimulai saat ia masuk ke Sekolah Penerbangan Chili pada tahun 2015 dan lulus sebagai perwira pada 2019.

Ia memulai pengalaman terbangnya dengan pesawat latih T-35 Pillán, sebelum kemudian beralih ke pesawat serang ringan A-29 Super Tucano.

Pengalaman memimpin formasi taktis di Super Tucano bersama Aviation Group No. 1 di Iquique menjadi modal penting.

Di sanalah ia mendapatkan “piocha vermelha” (lencana merah), simbol bahwa ia telah masuk ke dalam jajaran elite pilot tempur FACh.

Pada Februari 2025, ia dipindahkan ke Antofagasta untuk memulai transisi resminya ke jet tempur F-16.

Panglima Angkatan Udara Chile, Jenderal Udara Hugo Rodríguez González, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dalam upacara tersebut.

Ia menekankan bahwa hanya sedikit wanita di dunia yang berhasil meraih kualifikasi operasional untuk jet tempur F-16, dan pencapaian Letnan Caces membuktikan standar profesionalisme luar biasa yang dimiliki FACh.

Sementara itu, Letnan Caces berharap keberhasilannya dapat membuka pintu bagi generasi perempuan masa depan di dunia penerbangan militer.

Pernyataannya pasca-kelulusan langsung viral di media sosial dan media pertahanan setempat. “Saya adalah yang pertama, tetapi saya tidak akan menjadi yang terakhir,” ujar Caces.

Saat ini, Chili mengoperasikan salah satu armada F-16 paling modern di Amerika Latin dengan total sekitar 46 pesawat, yang terdiri dari varian Block 50 baru serta unit F-16 MLU yang dibeli dari Belanda.

Kehadiran Letnan Caces di skadron garis depan ini mempertegas transformasi inklusif dalam tubuh angkatan bersenjata Chili, di mana perempuan kini memegang peran-peran krusial yang sebelumnya didominasi oleh pria. (RF)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *