Slowakia dalam pembicaraan untuk mengakuisisi HIMARS dan menambah jet tempur F-16 Block 70 dari AS
Via X AIRSPACE REVIEW – Menteri Pertahanan Slowakia, Robert Kalinak, pada 20 Februari 2026, mengatakan Bratislava sedang memulai negosiasi dengan Amerika Serikat untuk mengakuisi Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) dan menambah jet tempur F-16 Block 70 (Viper).
Kalinak tidak merinci berapa banyak unit HIMARS dan jet F-16 yang akan dibeli.
Namun Perdana Menteri Slowakia Robert Fico mengatakan negaranya akan menambah lagi empat F-16 Viper, melengkapi 14 unit yang telah dibeli sehingga total 18 jet tempur generasi 4,5 ini akan dioperasikan oleh Angkatan Udara Slowakia.
Slowakia diperkirakan akan menghabiskan sekitar 5,098 miliar USD untuk impor senjata pada periode 2025-2028.
Angka ini meningkat tajam dibanding periode-periode sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada 2017-2020 Slowakia hanya menghabiskan 654 juta USD untuk impor senjata.
Langkah ini memosisikan Slowakia sebagai salah satu pilar pertahanan NATO di sayap timur yang semakin mandiri, meski ketergantungan teknologi mereka kini beralih sepenuhnya ke standar Barat, dan perlahan meninggalkan warisan peralatan era Soviet/Rusia.
Terkait M142 HIMARS, sistem peluncur roket artileri modern buatan Lockheed Martin ini sering dijuluki sebagai “Game Changer” dalam peperangan masa kini, termasuk dalam konflik di Ukraina.
Berbeda dengan artileri tradisional yang menghujani area target secara acak, HIMARS menembakkan roket yang bisa mendarat tepat di koordinat sasaran dengan margin kesalahan sangat kecil.
Sistem ini bisa berhenti, meluncurkan roket, dan pergi dari lokasi penembakan dalam waktu kurang dari 5 menit.
Hal ini membuat musuh kesulitan melakukan serangan balasan (counter-battery fire) karena saat roket mendarat, truk HIMARS sudah berpindah tempat.
Karena akurat, militer juga tidak perlu menembakkan ratusan munisi. Cukup satu atau dua roket untuk menghancurkan satu target penting seperti gudang amunisi atau pos komando.
Sementara terkait F-16 Block 70, sebanyak 14 unit jet tempur buatan Lockheed Martin ini telah diakuisisi Slowakia untuk menggantikan armada MiG-29 mereka, yang kemudian disumbangkan ke Ukraina.
Sebanyak 10 F-16V telah diterima Slowakia saat ini dan pengiriman sisanya akan dituntaskan tahun ini, berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada tahun 2019.
F-16 Block 70 dilengkapi radar APG-83 AESA. Radar yang sangat kuat ini memungkinkan pilot mendeteksi dan melacak target lebih jauh, lebih banyak, dan lebih akurat, bahkan dalam kondisi gangguan elektronik (jamming) yang berat.
Kokpit pesawat dilengkapi dengan layar resolusi tinggi dan sistem komputer misi yang jauh lebih cepat.
Pesawat juga dilengkapi dengan Auto GCAS (Ground Collision Avoidance System), sistem keselamatan otomatis yang bisa mengambil alih kendali pesawat jika pilot pingsan atau kehilangan kesadaran untuk mencegah pesawat menabrak daratan.
Setelah pesawat berada dalam posisi terbang datar yang aman, sistem akan memberikan notifikasi kepada pilot bahwa kendali telah dikembalikan. (RNS)
