Rusia, Iran, dan China mengirimkan kapal perang untuk latihan gabungan di Selat Hormuz

Rusia - China - Iran melaksanakan latihan gabungan di Selat HormuzVia X

AIRSPACE REVIEW – Rusia, Iran, dan China telah mengirimkan kapal-kapal perangnya untuk berpartisipasi dalam latihan angkatan laut gabungan di Selat Hormuz. Hal ini dikatakan ajudan presiden Rusia, Nikolai Patrushev, dalam pernyataan yang diterbitkan pada hari Selasa.

Latihan yang diberi nama “Maritime Security Belt 2026” atau Sabuk Keamanan Maritim 2026 ini akan diadakan dalam beberapa hari mendatang di jalur perairan strategis tersebut, kata Patrushev kepada media.

Kantor berita Iran, Tasnim, sebelumnya melaporkan bahwa ketiga negara tersebut akan mengadakan latihan angkatan laut gabungan kedelapan mereka pada akhir Februari di Samudra Hindia bagian utara.

Latihan tersebut akan melibatkan unit-unit dari angkatan laut Iran, angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam, serta angkatan laut China dan Rusia.

Latihan gabungan tahun ini antara lain akan mencakup operasi anti-pembajakan, perlindungan tanker minyak, penyelamatan maritim (SAR), dan penembakan terhadap target permukaan dan udara.

Meskipun daftar kapal secara spesifik belum dirilis seluruhnya, Rusia dikabarkan mengerahkan kapal penjelajah rudal dari Armada Pasifiknya.

Sementara China (PLA Navy) diperkirakan mengirimkan kapal perusak berpeluru kendali yang saat ini sedang bertugas dalam misi anti-pembajakan di Teluk Aden.

Latihan gabungan ketiga negara ini dilakukan di tengah meningkatnya gesekan diplomatik antara poros ini dengan negara-negara Barat.

Hingga berita ini diturunkan, komando pusat Amerika Serikat (CENTCOM) belum memberikan pernyataan resmi terkait jadwal latihan tersebut.

Namun, dalam kesempatan sebelumnya, Washington menyatakan terus memantau setiap aktivitas militer di perairan internasional, terutama di wilayah sensitif seperti Teluk Oman dan Selat Hormuz.

Prediksi Kapal Perang yang Dilibatkan

Meningkatnya ketegangan politik antara Amerika Serikat, Iran, Israel, Rusia, dan China diprediksi akan mendorong pengerahan sistem persenjataan mutakhir, dibandingkan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Meskipun belum ada rilis resmi, Angkatan Laut China (PLA Navy) diperkirakan akan mengerahkan kapal perusak rudal Type 052D (Luyang IIIclass).

Kapal tersebut dilengkapi radar AESA yang canggih dan mampu meluncurkan rudal jelajah antikapal jarak jauh serta sistem pertahanan udara area.

Rusia kemungkinan besar akan melibatkan kapal penjelajah rudal atau fregat kelas Admiral Gorshkov yang dilengkapi dengan rudal hipersonik Zircon dari Armada Pasifik .

Sementara Iran diperkirakan akan mengerahkan kapal perusak kelas Moudge (Sahand atau Jamaran) milik angkatan laut reguler, serta kapal-kapal cepat berpeluru kendali milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

3 Respon

  1. Singa Lawe berkata:

    Nyang kaya begini gw demen.

  2. CHANNELOS COV berkata:

    mereka latihan bersama kira2 pake bahasa apa ya? gak mungkin juga bahasa inggris. itukan bahasa musuh bebuyutan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *