Prancis sedang mempertimbangkan untuk keluar dari program Eurodrone

Defense News

AIRSPACE REVIEW – Prancis dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk keluar dari program Eurodrone Eropa setelah melakukan kajian ulang terkait biaya, penundaan, dan relevansi operasional proyek ini dalam menghadapi ancaman baru di medan perang modern.

Para pejabat di Paris telah memulai pembicaraan dengan Jerman, Italia, dan Spanyol untuk menilai kemungkinan perubahan partisipasi Prancis.

Bila jadi keluar, hal ini dapat secara signifikan mengubah keseimbangan industri dan politik dari salah satu inisiatif pertahanan paling ambisius di Eropa.

Dalam beberapa bulan terakhir, para pemimpin militer Prancis mulai mempertanyakan apakah Eurodrone masih memenuhi kebutuhan strategis negara tersebut.

Penilaian ini mendapat perhatian setelah pernyataan Kepala Staf Angkatan Udara dan Antariksa Prancis, yang menggambarkan proyek Eurodrone sebagai solusi yang dirancang untuk skenario operasional sebelumnya.

Prancis khawatir drone ini akan memasuki penugasan dalam keadaan sudah ketinggalan zaman dibandingkan dengan evolusi pesat drone tempur dan sistem otonom.

Kritik ini muncul di tengah transformasi doktrin Prancis yang lebih luas, yang telah memprioritaskan platform yang lebih kecil dan lebih murah dengan kapasitas bertahan hidup yang lebih besar di lingkungan yang sangat diperebutkan.

Eurodrone, yang juga dikenal sebagai MALE RPAS, dirancang untuk memastikan otonomi strategis Eropa di segmen drone ketinggian menengah dan daya tahan terbang lama, mengurangi ketergantungan pada sistem asing seperti MQ-9 Reaper.

Proyek ini menyatukan perusahaan-perusahaan seperti Airbus Defence and Space, Dassault Aviation, dan Leonardo, di bawah koordinasi badan OCCAR, dan merupakan salah satu inisiatif kerja sama terbesar di sektor kedirgantaraan militer di benua ini.

Proposal ini membayangkan sebuah platform yang mampu melaksanakan misi pengawasan, pengintaian, dan serangan dengan tingkat integrasi yang tinggi dengan pasukan NATO dan wilayah udara sipil Eropa.

Dari sudut pandang teknis, Eurodrone memiliki dimensi yang mirip dengan pesawat regional ringan, dengan bentang sayap sekitar 30 m, dua mesin turboprop, dan otonomi lebih dari 40 jam.

Drone ini dirancang untuk terbang di ketinggian tinggi, membawa sensor pengawasan canggih dan senjata berpemandu, serta beroperasi di wilayah udara yang tidak tersegregasi berkat standar sertifikasi yang selaras dengan peraturan sipil Eropa.

Karakteristik ini, yang dianggap sebagai keunggulan utama di awal program, juga berkontribusi pada peningkatan kompleksitas teknis dan biaya proyek.

Konfigurasi mesin ganda dan persyaratan keselamatan yang ketat meningkatkan bobot dan harga platform, sehingga kurang kompetitif dibandingkan dengan drone yang lebih ringan dan berkembang lebih cepat yang baru-baru ini muncul.

Pengalaman baru-baru ini dalam konflik intensitas tinggi telah memperkuat pentingnya sistem tanpa awak yang lebih sederhana yang mampu beroperasi dalam jumlah besar dan dengan biaya yang lebih rendah, yang telah memengaruhi tinjauan strategis yang dilakukan oleh Prancis.

Terlepas dari kritik, program ini membuat kemajuan signifikan pada tahun 2025 dengan selesainya Tinjauan Desain Kritis (Critical Design Review), sebuah tahapan penting yang menegaskan kematangan proyek dan mengizinkan dimulainya produksi prototipe.

Tahap selanjutnya melibatkan pengujian di darat dan persiapan untuk penerbangan eksperimental pertama, yang dijadwalkan akan berlangsung sebelum akhir dekade ini.

Meskipun demikian, penundaan yang terus bertambah telah mendorong peluncuran ke awal tahun 2030-an, sehingga memicu keraguan tentang kemampuan Eurodrone untuk mengimbangi transformasi teknologi yang pesat di sektor ini.

Potensi penarikan diri Prancis menimbulkan ketidakpastian tentang masa depan program tersebut, karena negara itu memainkan peran sentral baik dalam pembiayaan maupun pembagian industri di antara para mitra. (RNS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *