Setelah KF-21, Korea Selatan kini mengembangkan pesawat “Penyapu Elektronik” dengan investasi miliaran dolar
DAPA AIRSPACE REVIEW – Merespons semakin rumitnya jaringan pertahanan udara di kawasan Asia Timur Laut, Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan resmi meluncurkan proyek “Electronic Warfare (EW) Aircraft Block-I”. Program ambisius dengan investasi sebesar 1,9 triliun won (1,29 miliar USD) ini ditargetkan operasional dalam delapan tahun ke depan, atau sekitar tahun 2034.
Langkah ini menandai upaya transformasi Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF) dari kekuatan udara defensif menjadi kekuatan yang mampu melakukan penetrasi ofensif di wilayah elektromagnetik yang paling padat sekalipun.
Berbeda dengan proyek modifikasi ringan pada umumnya, pesawat EW Block-I dirancang sebagai platform Stand-Off Jammer (SOJ).
Berdasarkan data yang dihimpun, Korea Selatan kemungkinan besar akan mengadopsi sasis jet bisnis jarak jauh seperti seri Bombardier Global 6500 atau Gulfstream G550.
Pemilihan platform pesawat untuk kebutuhan EW didasari oleh kebutuhan teknis yang sangat spesifik di mana sistem peperangan elektronik membutuhkan generator daya tinggi untuk mengaktifkan pemancar pengacak (jammer) yang mampu menembus sinyal radar musuh dari jarak jauh.
Pesawat yang dipilih juga harus mampu berpatroli terbang lama untuk melindungi formasi pesawat tempur selama misi berlangsung, serta terbang tinggi untuk memperluas garis pandang (line-of-sight) sensor elektronik dalam menangkap sinyal radar lawan.
Raksasa pertahanan lokal, LIG Nex1, akan menjadi arsitek utama di balik “otak” pesawat EW Korea Selatan.Perusahaan ini akan mengintegrasikan teknologi High-Power Gallium Nitride (GaN) pada antena yang dikembangkan untuk memungkinkan pengacakan sinyal lebih kuat namun dengan konsumsi energi yang lebih efisien dibandingkan teknologi lama.
Dengan proyek ini, Korea Selatan bergabung dalam elite militer yang memiliki pesawat peperangan elektronik khusus. Selain Swedia dan Israel sebagaimana telah disebutkan, masih banyak negara lain yang mengembangkan pesawat khusus peperangan elektronik
Pesawat EW Block-I Korea Selatan diproyeksikan memiliki keunggulan pada integrasi kecerdasan buatan (AI) di fase Block-II nantinya.
Analis menilai, kehadiran pesawat EW baru buatan Korea Selatan merupakan kunci untuk menetralisir sistem A2/AD (Anti-Access/Area Denial) di kawasan.
Dalam skenario konflik, pesawat tersebut akan bertindak sebagai “pengawal bayangan” bagi jet armada tempur udara ROKAF, termasuk jet tempur KF-21 Boramae buatan lokal.
“Penyapu Elektronik”
Istilah “Penyapu Elektronik” atau Electronic Sweeper sangat berkaitan dengan peran pesawat peperangan elektronik.
Pesawat penyapu akan melakukan pembersihan koridor udara yang akan digunakan oleh pesawat lain dengan gelombang interferensi.
Tujuannya untuk menghapus deteksi radar musuh di jalur tersebut, sehingga tercipta “lorong buta” yang aman untuk dilalui formasi tempur.
Radar modern tidak hanya diam di satu frekuensi, mereka meloncat-loncat atau melakukan frequency hopping. Pesawat Block-I Korea ini dirancang untuk memindai seluruh spektrum frekuensi secara cepat, seperti menyapu lantai dari ujung ke ujung untuk menemukan di mana radar musuh bersembunyi dan langsung melumpuhkannya.
Seperti kita sering dengar, ada istilah Fog of War dalam peperangan yang merujuk pada kebingungan di medan tempur. Pesawat ini akan menyapu kemampuan komunikasi koordinasi musuh, sehingga komandan lawan tidak bisa mengirim perintah ke unit pertahanan udara mereka. Secara efektif, ini menyapu bersih koordinasi pertahanan mereka.
Pada pengembangan tahap Block-II, proses penyapuan elektronik ini tidak lagi dilakukan secara manual oleh operator, melain menggunakan kecerdasan buatan yang secara otomatis akan memerintahkan antena untuk melakukan penyapuan frekuensi yang paling efektif tanpa instruksi manusia.
Peperangan elektronik adalah peperangan yang tidak terlihat. Dalam praktik sehari-hari yang sederhana, mungkin kita pernah menyadari bahwa ponsel kita tiba-tiba tidak berfungsi karena mendapat gangguan sinyal. Di area-area tertentu, seringkali gangguan sinyal tersebut memang diciptakan secara sengaja demi sebuah pengamanan tingkat tinggi.
Dengan melumpuhkan radar dan sistem elektronik di pesawat tempur atau pada sistem pertahanan udara musuh, pasukan penyerang akan lebih leluasa untuk masuk lebih dalam ke target sasaran yang dituju. Di sinilah pesawat EW memainkan peran pentingnya tersebut. (RNS)

“Berdasarkan data yang dihimpun, Korea Selatan kemungkinan besar akan mengadopsi sasis jet bisnis jarak jauh seperti seri Bombardier Global 6500 atau Gulfstream G550.”
Platform yang ‘multidisipliner’, karena kita mau pesan KF-21 Block 2 dalam jumlah sedikit sebaiknya pertimbangkan juga akuisisi pesawat ini 👍 mengingat platformnya sama, jikalau untuk AEW&C jadi dengan GlobalEye, MPA dengan P-6 dan EW (Stand-Off Jammer – SOJ) dengan pesawat yang serupa, lengkap sudah portofolio inventori kekuatan udara nasional dari berbagai segmen dengan satu platform