Pesanan Melonjak Tiga Kali Lipat, Laba Saab Terdongkrak oleh Kesepakatan Gripen E dan GlobalEye
IstimewaAIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan asal Swedia, Saab, mencatatkan lonjakan nilai pesanan hingga lebih dari tiga kali lipat pada kuartal ketiga tahun 2026. Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh nilai kontrak senilai SEK 24,6 miliar (sekitar 2,5 miliar USD) untuk pengadaan 16 jet tempur Gripen E bagi Ukraina, serta pesanan senilai SEK 10,1 miliar (sekitar 1 miliar USD) untuk dua pesawat sistem peringatan dini dan kontrol udara (Airborne Early Warning and Control/AEW&C) GlobalEye.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada 23 Oktober 2026, Saab membukukan total pesanan sebesar SEK 65,8 miliar (6,6 miliar USD) sepanjang periode Juli hingga September 2026, naik tajam dibandingkan perolehan SEK 20,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan ini mendongkrak total nilai simpanan pesanan (order backlog) Saab menjadi SEK 364,2 miliar (36,7 miliar USD) di akhir September.
Selain itu, penjualan kuartalan perusahaan meningkat 30,6% secara organik menjadi SEK 20,6 miliar (2,1 miliar USD), sementara laba operasional tumbuh 42% mencapai SEK 1,95 miliar (197 juta USD).
Gripen E Ukraina
Kontrak Gripen E untuk Ukraina, yang ditandatangani melalui Badan Materi Pertahanan Swedia (FMV) pada 30 Juni 2026, menjadi pendorong utama divisi Aeronautika Saab dengan menyumbang 85% dari total pesanan divisi tersebut yang mencapai SEK 28,8 miliar (sekitar 2,9 miliar USD).
Pengadaan yang didanai melalui pinjaman Eropa dengan dukungan Inggris ini mencakup 16 unit pesawat tempur, suku cadang, dan peralatan pendukung terkait.
Meski pengiriman ke FMV dijadwalkan pada 2029 dan 2030, Kementerian Pertahanan Ukraina menargetkan armada tersebut sudah dapat beroperasi pada awal 2029.
CEO Saab, Micael Johansson, menyebut kesepakatan ini sebagai langkah awal dalam memperkuat kemampuan angkatan udara Ukraina, melanjutkan nota kesepahaman yang ditandatangani pada Oktober 2025 mengenai potensi pengadaan hingga 100–150 unit Gripen E.
Di sisi lain, Ukraina juga dijadwalkan menerima 16 unit Gripen C/D dari Swedia sebagai bantuan militer pada awal 2027.
GlobalEye untuk Timur Tengah
Divisi Pengawasan (Surveillance) Saab turut mencatatkan kinerja impresif dengan mengantongi pesanan sebesar SEK 19,7 miliar (sekitar 2 miliar USD) pada kuartal ini, meroket dari SEK 4 miliar (sekitar 404 juta USD) pada tahun lalu.
Pertumbuhan penjualan sebesar 65% di divisi ini disokong oleh pengiriman radar Giraffe 1X serta pesanan terbesar berupa kontrak dua unit GlobalEye senilai SEK 10,1 miliar (sekitar 1 miliar USD) untuk pelanggan di kawasan Timur Tengah, yang dijadwalkan selesai pada 2030.
Prospek divisi ini diperkirakan makin cerah seiring potensi pesanan baru dari NATO yang berencana mengganti armada E-3A Sentry dengan hingga 10 unit GlobalEye, kesepakatan awal Kanada untuk enam unit, serta nota kesepahaman dengan Belanda untuk satu unit pesawat yang akan dioperasikan bersama Swedia mulai 2028. (PN)
