Lebih Pilih Perdamaian, Bulgaria Ogah Danai Pembelian Senjata Mematikan Baru untuk Ukraina

AS akan kirim lebih banyak roket untuk HIMARS_ Airspace ReviewIstimewa

AIRSPACE REVIEW – Pemerintah Bulgaria memutuskan untuk menolak berpartisipasi dalam pendanaan pembelian senjata mematikan baru bagi Ukraina melalui fasilitas dana Uni Eropa, European Peace Facility (EPF).

Berdasarkan laporan kantor berita Bulgaria, Novinite.com, pemerintah negara itu memilih sikap “abstensi konstruktif” (constructive abstention) dalam pemungutan suara alokasi dana tersebut.

Keputusan ini memastikan Bulgaria tidak akan ikut serta membiayai pengadaan senjata melalui mekanisme UE tersebut.

Pada tahun ini, kontribusi Bulgaria untuk EPF tercatat sedikit di atas 9 juta euro (sekitar Rp153 miliar). Sebelumnya pada bulan Februari, pemerintah di bawah Rosen Zhelyazkov telah mengalokasikan bantuan lebih dari 6 juta euro (sekitar Rp102 miliar) untuk Ukraina melalui dana tersebut.

Pemerintah Bulgaria menegaskan bahwa mereka hanya akan melanjutkan pendanaan untuk bantuan non-mematikan (non-lethal assistance). Selain itu, pihak berwenang meminta agar dana kontribusi Bulgaria difokuskan terutama pada wilayah-wilayah di Ukraina yang memiliki populasi etnis Bulgaria.

Langkah ini menjadi pembatasan bantuan militer kedua yang diberlakukan sejak pemerintah Bulgaria mengubah arah kebijakannya.

Pihak berwenang menyatakan, keputusan ini diambil demi mendorong penghentian permusuhan di dekat perbatasan Bulgaria secepat mungkin serta membuka jalur diplomasi untuk negosiasi.

Pentingnya Penyelesaian Konflik

Sebelumnya, pemerintahan baru Bulgaria telah menyatakan niatnya untuk menghentikan paket bantuan militer selanjutnya. Menteri Pertahanan Bulgaria, Dimitar Stoyanov, menyerukan terciptanya perdamaian yang adil dengan syarat-syarat yang disepakati oleh kedua belah pihak yang berkonflik.

Sementara itu, Perdana Menteri Bulgaria Rumen Radev mengumumkan bahwa negaranya tidak akan lagi berpartisipasi dalam koalisi negara pendukung (Coalition of the Willing) dan menekankan pentingnya penyelesaian diplomatik.

Radev juga mengkritik pemerintahan sebelumnya atas komitmen finansial besar untuk mendukung Ukraina yang dinilai menyisakan defisit anggaran signifikan bagi negara.

Ketiadaan alokasi dana untuk senjata baru tidak sepenuhnya menghentikan dukungan teknis. Bulgaria menyatakan tetap siap membantu melakukan perbaikan dan perawatan peralatan militer Ukraina sebagai bagian dari dukungan teknis-militer. (PN)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *