Tanpa Navigasi Satelit, Drone IRIFI Sanggup Menyerang Target Hingga 2.000 km

Drone IRIFI sanggup menyerang target hingga jarak 2000 kmHarmattan AI
Drone IRIFI sanggup menyerang target hingga jarak 2000 km.

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan rintisan Prancis, Harmattan AI, meluncurkan IRIFI, drone jelajah yang dirancang untuk mengenai target hingga jarak 2.000 km tanpa bantuan navigasi satelit atau kendali manusia selama penerbangan.

Harmattan AI mengungkapkan sistem ini pada 6 Oktober 2026,menandai langkah perusahaan memasuki kategori serangan jarak jauh (deep strike).

Namun perusahaan tersebut tidak mengungkapkan muatan, kecepatan, harga, status pengujian, atau calon pelanggan dari IRIFI.

Dioperasikan Satu Orang

Dalam misinya, IRIFI dilepaskan ke udara dari peluncur bergerak (kendaraan), yang dirancang untuk penyebaran cepat dalam jumlah besar.

Sistem ini dapat menjalankan misi penuh tanpa ada yang mengendalikannya setelah peluncuran, menggunakan sistem navigasi onboard yang tidak bergantung pada GPS atau sinyal satelit lainnya, ditambah sistem panduan berbasis kamera untuk pendekatan akhir.

IRIFI dapat terbang cukup rendah dengan permukaan tanah, untuk menghindari deteksi radar dan menyerang dengan akurasi tingkat tinggi.

Drone kamikaze ini dapat digunakan untuk menyerang gudang munisi, depot BBM, pabrik senjata, lapangan terbang, pos komando, dan pusat logistik yang berada jauh di belakang garis depan pertempuran.

Disebutkan, seorang komandan tunggal dapat meluncurkan puluhan serangan, drone didukung oleh sistem kecerdasan buatan (AI) yang memproses sejumlah besar citra satelit.

Sebagai tambahan informasi, Harmattan AI didirikan di Paris tahun 2024. Setahun kemudian perusahaan mendapatkan order dari Kementerian Pertahanan Prancis dan Inggris untuk memasok ribuan drone jenis quadcopter seberat 1,8 kg. (RBS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *