AIRSPACE REVIEW – Rusia sedang mengembangkan pelindung lapis baja modular khusus untuk helikopter Mi-8/Mi-17 yang akan digunakan dalam pertempuran di Ukraina.
Saat ini pengujian eksperimental sedang berlangsung di JSC Ulan-Ude Aviation Plant dan dilaporkan lebih dari 50 helikopter direncanakan untuk dipasangi pelindung tersebut.
Upaya ini merupakan respons langsung terhadap kerugian tempur yang dialami platform tersebut di Ukraina.
Oryx mengonfirmasi bahwa Rusia telah kehilangan 49 helikopter angkut Mi-8 dan 6 helikopter perang elektronik Mi-8MTPR-1 di Ukraina sejak tahun 2022.
Keluarga Mi-8/Mi-17 hingga saat ini tetap menjadi salah satu aset sayap putar yang paling banyak digunakan dalam inventaris militer Rusia.
Sistem pelindung tambahan pada Mi-8 yang saat ini sedang menjalani pengujian, dibangun berdasarkan prinsip konstruksi modular yang memungkinkan tingkat perlindungan disesuaikan dengan sifat misi tertentu.
Sebanyak-empat zona pelindung lapis baja yang berbeda dirancang khusus untuk melindungi pesawat.
Pertama, pelindung kokpit yang melindungi awak penerbangan, kedua pelindung kabin dan kargo yang melindungi kompartemen pasukan dan muatan.
Ketiga pelindung eksternal di bagian luar badan pesawat, dan keempat pelindung lantai yang melindungi titik akses belakang tempat pasukan naik dan turun.
Pendekatan modular ini berarti helikopter yang dikonfigurasi untuk misi serangan tempur berisiko tinggi dapat membawa perlindungan maksimum, namun dengan mengorbankan muatan.
Sementara badan pesawat yang sama yang dikonfigurasi untuk misi logistik berisiko rendah dapat mengurangi berat pelindung lapis baja dan memulihkan margin muatan tersebut.
Sistem persenjataan Ukraina yang menjadi ancaman utama untuk Mi-8 Rusia termasuk rudal panggul (MANPADS) dan senapan mesin atau kanon pertahanan udara.
Perlindungan modular tambahan pada Mi-8 baru ini terutama akan efektif terhadap senapan mesin 14,5 mm atau kanon 30 mm, tidak untuk rudal antipesawat yang memiliki daya ledak kuat. (RBS)

