Selamat Datang Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Segera Menjadi KRI Sriwijaya
Via XAIRSPACE REVIEW – TNI Angkatan Laut menyatakan kapal induk Giuseppe Garibaldi akan tiba di Jakarta pada besok, Jumat, 18 September 2026.
“Rencananya besok, Jumat 18 September 2026 akan tiba di Jakarta,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul saat dikonfirmasi Kompas.com pada Kamis.
Kapal ini telah masuk melintasi perairan Batam setelah berlayar kurang lebih tiga minggu sejak meninggalkan Italia pada 24 Agustus lalu.
Sebelum bergabung menjadi kekuatan TNI Angkatan Laut, kapal induk ini akan diresmikan terlebih dahulu oleh Presiden Prabowo Subianto dan mendapat nama baru KRI Sriwijaya.
Hal ini terkonfirmasi melalui unggahan Komando Armada RI melalui akun instagramnya, sebagaimana dikutip Antaranews.
Selanjutnya, KRI Sriwijaya dijadwalkan akan berpartisipasi dalam Naval Parade dan Sailing Pass di Teluk Jakarta pada 4 Oktober 2026, tepat sehari sebelum puncak peringatan.
Presiden Prabowo direncanakan hadir secara langsung untuk menyaksikan parade armada laut tersebut.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas kepada media menyatakan, seluruh perencanaan teknis telah mencatat keterlibatan 102 kapal perang Republik Indonesia (KRI) dalam rangkaian atraksi tersebut.
Tak hanya di permukaan laut, perayaan ini juga diramaikan dengan manuver udara Flypast dari pesawat-pesawat TNI serta atraksi kemampuan pasukan khusus.
Tentang Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
ITS Giuseppe Garibaldi (C 551) merupakan kapal induk helikopter yang pernah menjadi kapal bendera bagi Angkatan Laut Italia (Marina Militare).
Mulai dibangun pada 1981 dan resmi beroperasional sejak 1985, kapal ini dirancang dengan kemampuan serbaguna untuk menjalankan fungsi anti-kapal selam, pertahanan udara, hingga pemukulan sasaran permukaan.
Dengan bobot mati sekitar 13.800 ton dan panjang 180 meter, ukurannya relatif ringkas jika dibandingkan kapal induk kelas berat Amerika Serikat, namun sangat fleksibel untuk operasi di kawasan Laut Mediterania.
Dari segi konstruksi dan arsitektur tempur, Giuseppe Garibaldi dilengkapi landasan pacu sepanjang 174 meter yang mengusung struktur ski-jump setinggi 6,5 derajat di bagian haluan.
Fitur ini dirancang khusus untuk mendukung operasional pesawat tempur lepas landas dan mendarat secara vertikal maupun jarak pendek (STOVL), seperti AV-8B Harrier II.
Selain memuat armada jet tempur Harrier, hanggar di dalam lambung kapal sanggup menampung hingga 18 helikopter menengah seperti EH-101, SH-3D, atau NH-90 untuk mendukung misi peperangan laut modern.
Peran Kunci dalam Berbagai Misi Tempur
Sepanjang masa baktinya bersama Angkatan Laut Italia, kapal induk ini memainkan peran kunci dalam berbagai misi tempur maupun kemanusiaan internasional.
Giuseppe Garibaldi terlibat aktif dalam operasi penjaga perdamaian PBB di Somalia pada era 1990-an, serta mendukung operasi Koalisi Internasional di Kosovo, Afghanistan, dan operasi militer NATO di Libia pada 2011.
Ketangguhan serta keandalannya dalam mengoordinasikan gugus tugas laut menjadikannya salah satu simbol kekuatan proyeksi militer Italia di ranah global selama beberapa dekade.
Memasuki dekade 2020-an, Italia mulai memensiunkan kapal ini secara bertahap setelah posisinya digantikan oleh kapal amfibi multifungsi Trieste.
Pengalaman panjang dan rekam jejak operasional Giuseppe Garibaldi menjadikannya salah satu alutsista bernilai strategis tinggi.
Peralihan fungsi atau hibah kapal ini ke Indonesia menandai babak baru bagi riwayat panjang sang veteran penerbangan laut Italia tersebut. (PN)
