MAX 1.2 AC, rudal antitank berpemandu laser generasi baru Angkatan Darat Brasil

SIATT MAX 1 2 AC_SIATT

AIRSPACE REVIEW – Pabrik senjata Sistemas Integrados de Alto Teor Tecnológico (SIATT) Brasil telah mengirimkan batch produksi pertama rudal antitank berpemandu MAX 1.2 AC kepada Angkatan Darat Brasil. Penyerahan rudal dilaksanakan di Formosa, Goias, pada 14 Mei 2026.

Rudal-rudal tersebut diproduksi dari fasilitas baru milik SIATT di Cacapava, Sao Paulo. Rudal dikembangkan dalam kemitraan dengan CTEx, Pusat Teknologi Angkatan Darat Brasil.

MAX 1.2 AC merupakan rudal antitank berpemandu laser generasi baru, memiliki dimensi dengan panjang 138 cm, berat sekitar 15,4 kg, dan dapat mencapai kecepatan maksimum 274 m/detik.

Rudal dibekali muatan hulu ledak seberat 2,2 kg, berupa bahan peledak HMX yang mampu menembus lapisan baja homogen setebal 700 milimeter.

Sistem pemandunya bekerja melalui sistem pelacakan sinar laser, di mana operator menjaga bidikan senjata pada target sementara rudal melacak sinar laser berkode yang diproyeksikan ke arah depan.

Rudal dibekali sistem pengaturan semi otomatis yang memberikan akurasi tinggi terhadap target statis dan bergerak pada jarak antara 200 m hingga 3.200 m.

Dengan bobot keseluruhan 52 kg, sistem ini dikonfigurasi untuk dioperasikan oleh dua prajurit infanteri atau pemasangan pada dudukan senjata pada kendaraan.

MAX 1.2 AC terintegrasi dengan sistem pencitraan termal untuk operasi malam hari atau pada kondisi cuaca buruk sekalipun.

Pengiriman rudal kepada Formosa ini mendukung struktur operasional spesifik yang telah dibangun oleh Angkatan Darat Brasil.

Formosa sendiri merupakan pusat logistik dan pelatihan angkatan darat di Brasil tengah, basis untuk operasional awal sistem senjata baru.

Pada akhir tahun 2024, Angkatan Darat Brasil mulai mengaktifkan unit antitank garis depan khusus pertamanya, Kompi Antitank Mekanisasi ke-1, yang berbasis di Osasco, negara bagian Sao Paulo, di bawah Brigade Infanteri Mekanisasi ke-11 Campinas.

Unit ini awalnya dikerahkan dengan rudal Rafael Spike LR2 buatan Israel, dengan peleton yang dilengkapi MAX 1.2 AC awal nya direncanakan bergabung pada tahun 2025, namun baru terlaksana Mei 2026 ini.

Kehadiran MAX 1.2 AC, membuat Brasil tak lagi bergantung sepenuhnya pada produk asing. Disebutkan, rudal antitank ini juga akan diekspor ke mancanegara. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *