Tingkatkan daya gempur, USAF borong 790 rudal AGM-158B JASSM-ER

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Upaya peningkatan daya gempur armada-armada jet tempur multiperan maupun pembom strategis terus dilaksanakan Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF). Salah satunya adalah dengan memborong 790 unit rudal udara ke darat AGM-158 JASSM-ER (Joint Air-to-Surface Standoff Missile – Extended Range).

Pentagon mengatakan, kontrak pengadaan rudal jelajah low observable jarak jauh buatan Lockheed Martin bernilai 818,2 juta dolar AS ini akan direalisasikan dalam produksi Lot 17 dan 18.

JASSM dapat diintegrasikan pada jet tempur multiperan F-16 Fighting Falcon, F-15E Stike Eagle, F/A-18A/B Hornet, dan F-18C/D Super Hornet maupun pada pembom strategis seperti B-52 Stratofortress, B-1B Lancer, dan B-2 Spirit.

Ada pun versi ER, memiliki jangkauan lebih jauh mencapai lebih dari 575 mil (925 km). Bandingkan dengan versi standar JASSM yang hanya mampu menjangkau jarak 230 mil (370 km).

Untuk pesawat pembom, jumlah rudal yang dibawa berjumlah banyak. B-2 mampu memuat 16 unit rudal ini. Kemudian B-1B dapat memuat 24 JASSM-ER.

Sementara B-52 mampu membawa 28 unit di ruang senjata internal dan 12 menggunakan gantungan eksternal.

JASSM sendiri telah digunakan oleh USAF sejak 2009. Rudal berbobot satu ton dengan hulu ledak 450 kg ini juga telah dipilih oleh sejumlah negara sekutu seperti Australia, Finlandia, dan Polandia.

AGM-159C_
USN

Varian JASSM-ER baru digunakan tahun 2014. Sebanyak 2.000 unit rudal ini telah melengkapi inventori arsenal USAF sejak tahun 2016.

Australia membeli 200 unit AGM-158C LRASM (long range anti-ship missile), varian rudal antikapal jarak jauh turunan dari AGM-158B JASSM-ER.

Sebelum ini, Angkatan Udara Australia (RAAF) telah memiliki 260 AGM-158A hasil pembelian tahun 2006.

Roni Sontani

One Reply to “Tingkatkan daya gempur, USAF borong 790 rudal AGM-158B JASSM-ER”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *