Malaysia akan mengevaluasi jet tempur MRCA mulai 2029, saat ini tunggu pengiriman 18 FA-50

Su-30MKM_TUDMRMAF

AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Malaysia akan memulai proses evaluasi untuk pengadaan pesawat tempur multiperan (MRCA) baru pada tahun 2029 atau 2030. Langkah ini diambil sebagai bagian dari rencana peremajaan aset udara utama negara tersebut.

Menteri Pertahanan, Khaled Nordin, dikutip kantor berita Bernama menyatakan, evaluasi ini bertujuan untuk mencari pengganti jet tempur F/A-18D Hornet dan Sukhoi Su-30MKM yang saat ini masih digunakan dan baru akan dipensiunkan pada 2035 atau 2036.

“Kita memiliki pesawat F-18 dan Sukhoi yang dijadwalkan selesai masa tugasnya pada 2035. Ini berarti pada tahun 2030, kita sudah harus mulai mengevaluasi pesawat mana yang akan diakuisisi untuk menggantikan aset-aset tersebut,” ujar Khaled kepada wartawan usai meresmikan program Angkatan Tentara Malaysia di Kluang.

Mengenai penggantian pesawat Hawk, Khaled menjelaskan bahwa Malaysia akan menerima 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 Fighting Eagle dari Korea Selatan secara bertahap mulai akhir tahun ini.

Akuisisi FA-50 merupakan langkah strategis karena pesawat Hawk 108/208 yang ada saat ini menggunakan teknologi lama dan akan segera dipensiunkan.

“FA-50 memiliki kemampuan teknologi yang lebih canggih dibandingkan Hawk. Pesawat ini tidak hanya menggantikan Hawk, tetapi juga akan melengkapi armada F-18 dan Sukhoi yang kita miliki saat ini,” tambahnya.

Sebelumnya, pemerintah Malaysia telah menandatangani surat penerimaan (LoA) untuk pengadaan FA-50 senilai RM4,08 miliar (sekitar Rp14,9 triliun) dengan Korea Aerospace Industries (KAI) pada Februari 2023.

Perjanjian pembelian tersebut kemudian diresmikan dalam pameran Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) 2023.

Dalam kesempatan yang sama, Khaled juga mengonfirmasi bahwa rencana sebelumnya untuk mengakuisisi pesawat F/A-18D bekas dari Kuwait telah ditangguhkan.

Ia menjamin bahwa dengan 18 unit FA-50 dari Korea Selatan yang akan datang, sudah cukup untuk menjaga kedaulatan dan pertahanan wilayah udara Malaysia untuk saat ini. (RF)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *