Saab perkuat sistem RBS 70 NG dengan rudal generasi terbaru Bolide 2, ini keunggulannya

RBS 70 NG dengan rudal terbaru Bolide 2Saab, Janes

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan asal Swedia, Saab, secara resmi memperkenalkan rudal Bolide 2 untuk sistem pertahanan udara jarak pendek (VSHORAD) generasi terbaru RBS (Robotsystem) 70 NG.

Untuk diketahui, RBS 70 NG adalah senjata jenis MANPADS (Man-Portable Air-Defense System) berpemandu laser yang dirancang untuk beroperasi di semua cuaca

Rudal Bolide 2, yang merupakan peningkatan dari rudal Bolide sebelumnya, dirancang khusus untuk menghadapi spektrum ancaman udara yang semakin kompleks di medan perang modern.

Dengan adanya peningkatan pada hulu ledak dan sistem propulsi, rudal ini diklaim mampu memberikan perlindungan yang lebih efektif terhadap target yang lincah seperti drone (UAV), rudal jelajah, hingga pesawat tempur generasi terbaru.

Salah satu fitur unggulan dari Bolide 2 adalah kemampuannya untuk menembus sistem pertahanan elektronik lawan.

Dikombinasikan dengan sistem pemandu laser yang menjadi ciri khas keluarga RBS 70, rudal ini hampir tidak mungkin untuk diganggu (jamming). Teknologi ini memberikan tingkat akurasi yang sangat tinggi bagi operator bahkan dalam kondisi lingkungan yang sulit dan penuh gangguan elektronik.

Sistem RBS 70 NG telah dikenal luas sebagai sistem pertahanan udara yang fleksibel karena dapat dioperasikan secara mandiri oleh personel (man-portable) maupun dipasang pada berbagai platform kendaraan.

Integrasi Bolide 2 meningkatkan jangkauan operasional dan daya hancur sistem ini secara signifikan.

Secara teknis rudal Bolide 2 memiliki jangkauan intersepsi: 250 m – 9.000 m dengan ketinggian maksimum hingga 5.000 m.

Rudal ini meluncur dengan kecepatan tertinggi hingga Mach 2. Rudal memiliki daya ledak yang lebih besar dengan penambahan 50% bahan peledak dan 40% lebih banyak pelet tungsten dibandingkan versi sebelumnya, menciptakan zona hancur yang lebih padat (denser kill zone).

Berbeda dengan RBS 70 standar di mana operator harus terus mengarahkan laser ke target secara manual hingga rudal mengenai sasaran, pada NG, sistem memiliki auto-tracker yang mengunci target secara digital, sehingga mengurangi beban kerja operator dan meningkatkan akurasi secara drastis.

Kemudian, bila pada versi lama membutuhkan perangkat tambahan untuk malam hari, unit bidik NG sudah memiliki kamera termal resolusi tinggi yang terintegrasi.

Hal ini memungkinkan transisi cepat antara operasi siang dan malam tanpa harus bongkar-pasang alat.

Fitur lainnya, versi NG dapat menerima data target langsung dari radar dan menampilkannya pada layar bidik operator. Ini mempercepat waktu reaksi karena operator langsung tahu ke arah mana harus membidik.

Kehadiran rudal baru ini diharapkan dapat memperkuat kapabilitas pertahanan wilayah udara bagi negara-negara pengguna ekosistem RBS 70 dalam menghadapi dinamika keamanan global saat ini. (RNS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *