Kalashnikov mulai produksi massal rudal baru 9M333 untuk Strela-10M

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Kalashnikov Concern (afiliasi dari Rostec) mulai memproduksi rudal baru 9M333 untuk sistem pertahanan udara jarak dekat keluarga Strela-10M (kadang disingkat S-10M).

Pengujian rudal ini telah selesai dilaksanakan di lokasi uji Donguz, Wilayah Orenburg.

Produksi kumpulan pertama rudal 9M333 telah dimulai melalui kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia.

Kalashnikov menekankan, rudal terbaru ini merupakan jenis fire and forget.

Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya mengatakan, rudal 9M333 memiliki fitur pembeda dari rudal lain di kelasnya.

“Fitur pembeda rudal adalah hulu ledak self-homing yang beroperasi dalam tiga mode (kontras optik, inframerah, dan anti-jamming),” tulis Kementerian Pertahanan Rusia seperti diberitakan TASS pada 24 Desember 2020.

Rudal 9M333 mampu melumpuhkan pesawat terbang dalam ketinggian rendah, helikopter, drone, maupun rudal jelajah.

Disebutkan, sistem pertahanan udara keluarga Strela-10M memberikan perlindungan bagi pasukan di darat selama pertempuran.

Sistem sistem pertahanan udara ini yang paling banyak digunakan di dunia.

Versi peningkatan dari Strela-10

Strela-10M merupakan versi peningkatan dari Strela-10 (Arrow-10) yang mulai digunakan oleh Angkatan Bersenjata Uni Soviet sejak 1976. Dalam kode NATO, sistem pertahanan udara buatan Saratovskiy Zenit Machine Plant ini mendapat nama SA-13 Gopher. Sementara dalam GRAU (kode Kementerian Pertahanan Rusia) adalah 9K35.

Strela-10 telah diekspor dalam jumlah banyak ke Angola, Kuba, Cekoslovakia (dulu), India, Yordania, Libia, Korea Utara, Polandia, Suriah, Serbia, Slovakia, Yaman, dan negara lainnya.

Setelah runtuhnya Uni Soviet, sistem pertahanan udara ini diteruskan produksinya oleh Rusia.

Di negara pecahan Uni Soviet, Strela-10 digunakan oleh Azerbaijan, Belarusia, Georgia, Turkmenistan, dan Ukraina.

Pernah jatuhkan Mirage F-1 dan A-10 Thunderbolt II

Strela-10 telah digunakan di berbagai medan pertempuran. Pada 1988 Strela-10 milik Angola berhasil menembak jatuh Mirage F-1 Afrika Selatan.

Sementara pada Operasi Badai Gurun tahun 1991, Strela-10 Irak berhasil menembak dua pesawat serang A-10 Thunderbolt II milik USAF.

Strela-10 MissilesAnton Novoderezhkin/TASS

Strela-10 dapat menyerang pesawat maupun helikopter musuh pada jarak hingga 5.000 m dan ketinggian hingga 3.500 km.

Strela-10M diusung menggunakan kendaraan pengangkut roda rantai MT-LB (kendaraan ringan multiguna lapis baja). Kendaraan pengangkut dengan panjang 6,93 m dan lebar 2,85 m ini dioperasikan oleh tiga awak, yaitu pengemudi, komandan, dan penembak. Satu unit kendaraan mengusung empat peluncur rudal.

Dibandingkan pendahulunya, sistem ini dapat menyerang target udara yang lebih cepat pada jarak yang lebih jauh dan ketinggian yang lebih tinggi.

Rudal 9M333 memiliki panjang 2,2 m, diameter 0,12 m, dan berat 55 kg. Kecepatan terbang rudal ini dapat mencapai 2 Mach.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *