Bangkit dari mati suri di Boneyard, satu B-1B hidup lagi sebagai pembom sangar Apocalypse II

USAF hidupkan lagi satu pesawat pengebom B-1B dari BoneyardUSAF

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) baru saja mencatatkan pencapaian luar biasa dalam upaya pemeliharaan armada udaranya. Sebuah pembom strategis B-1B Lancer yang sebelumnya telah dipensiunkan ke “Boneyard” (kuburan pesawat) di gurun Arizona, kini resmi kembali ke status layanan aktif.

Pesawat yang kini dijuluki “Apocalypse II” tersebut telah menyelesaikan proses regenerasi panjang untuk memperkuat kembali armada pembom AS.

Pesawat B-1B dengan nomor seri yang sebelumnya dikenal sebagai “Rage” ini merupakan salah satu dari 17 unit B-1B yang dipensiunkan pada tahun 2021.

Langkah pensiun massal saat itu diambil USAF untuk merampingkan armada dari 62 menjadi 45 unit, dengan tujuan meningkatkan tingkat kesiapan pesawat yang tersisa serta mengalihkan dana untuk pengembangan pembom siluman masa depan, B-21 Raider.

Namun, kebutuhan akan jumlah armada minimal 45 unit tetap menjadi mandat hukum dari Kongres AS.

Ketika sebuah pesawat B-1B mengalami kecelakaan fatal di Pangkalan Angkatan Udara Ellsworth pada Januari 2024, USAF harus mencari pengganti agar jumlah armada tetap sesuai aturan. Di sinilah perjalanan pulang Rage dimulai.

Mengembalikan pesawat dari penyimpanan jangka panjang di gurun bukanlah perkara mudah.

Setelah ditarik dari Davis-Monthan Air Force Base (Boneyard), pesawat tersebut menjalani proses perawatan tingkat berat (depot-level maintenance) di Tinker Air Force Base, Oklahoma.

Selama hampir dua tahun, para teknisi bekerja untuk melakukan validasi sistem guna memastikan seluruh instrumen navigasi dan mesin berfungsi sempurna setelah bertahun-tahun terpapar udara gurun.

Selain itu, faktor penting lainnya adalah melakukan perbaikan struktural untuk menghilangkan kelelahan logam yang sering dialami armada B-1B karena usia pakai yang panjang.

Setelah semua tahapan penting dilalui, proses pengecatan ulang pesawat pun dilakukan. B-1B ini mendapatkan lapisan cat baru yang segar sebelum dinyatakan layak terbang kembali.

Pada 22 April 2026, pesawat tersebut berhasil melakukan lepas landas dari Tinker AFB setelah menyelesaikan semua tahap pemeliharaan.

Seperti dilaporkan The War Zone (TWZ), setelah dinyatakan siap tempur, pesawat kemudian diterbangkan ke Pangkalan Angkatan Udara Dyess di Texas untuk bergabung dengan Wing Pembom ke-7.

Tidak hanya kembali sebagai pesawat biasa, Apocalypse II kini menyandang status sebagai pesawat unggulan (flagship) untuk Wing tersebut.

Pesawat ini dihiasi dengan nose art baru yang mencolok dan membawa simbol dari Skadron Pembom ke-9 dan ke-28.

Untuk diketahui, nama Apocalypse II mencerminkan kebangkitannya kembali untuk menghadapi misi-misi modern di masa depan.

Meskipun USAF sudah mulai memperkenalkan B-21 Raider, peran B-1B Lancer tetap krusial dalam strategi pertahanan global AS.

Kemampuannya membawa beban senjata konvensional dalam jumlah besar dan kecepatan supersoniknya membuat pembom ini sering dikerahkan dalam operasi jarak jauh, seperti Operation Epic Fury.

Dengan kembalinya Apocalypse II, USAF memastikan bahwa kekuatan pemukul strategis mereka tetap berada pada level yang diperlukan hingga pembom siluman B-21 Raider siap beroperasi penuh di masa mendatang. (RW)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *