Pertegas poros Abu Dhabi-Beijing: Sistem senjata laser China terlihat di Bandara Dubai
Via X AIRSPACE REVIEW – Sebuah sistem senjata laser modular buatan China baru-baru ini terlihat di Bandara Internasional Dubai (DXB), Uni Emirat Arab (UEA).
Penampakan ini menandai langkah signifikan dalam ekspor teknologi energi terarah (directed-energy) Tiongkok ke wilayah Teluk di tengah meningkatnya ancaman serangan pesawat tanpa awak (drone).
Video yang beredar di saluran intelijen sumber terbuka (OSINT) menunjukkan sistem yang dipasang di atas kendaraan tersebut memiliki kemiripan kuat dengan sistem senjata laser taktis yang dipamerkan di Airshow China 2022. Analis mengidentifikasi sistem tersebut sebagai Guangjian-21A.
Guangjian-21A dirancang untuk mencegat target udara yang terbang rendah, lambat, dan berukuran kecil (low, slow, and small), seperti drone pengintai atau drone kamikaze.
Mengacu pada deskripsi perusahaan di pameran Zhuhai empat tahun lalu, sistem ini menawarkan sejumlah keunggulan. Di antaranya adalah mampu mengunci dan menembak target dengan presisi tinggi dalam hitungan detik.
Dari sisi operasinal, sistem ini menawarkan biaya per tembakan laser yang sangat murah, dibandingkan dengan harga rudal pencegat yang supermahal.
Kuncinya, selama pasokan daya listrik tersedia, sistem senjata ini dapat terus menembak tanpa perlu memuat ulang proyektil fisik.
Senjata laser juga dapat beroperasi secara mandiri atau dalam kelompok kendaraan yang terhubung dalam jaringan untuk cakupan pertahanan yang lebih luas.
Yang menarik untuk dicermati juga, kehadiran teknologi China di UEA ini, menunjukkan upaya negara Teluk ini dalam memperkuat arsitektur pertahanan berlapisnya.
Ancaman serangan drone swarm (kawanan drone) telah menjadi tantangan serius di kawasan Timur Tengah, mulai dari konflik di Yaman hingga perlindungan infrastruktur kritis seperti bandara dan kilang minyak.
Sistem laser dianggap sebagai solusi ideal untuk “pertahanan terminal” atau perlindungan titik akhir, karena mampu mengurangi tekanan pada sistem pertahanan udara konvensional yang lebih berat.
Hingga saat ini, otoritas Tiongkok maupun Uni Emirat Arab belum memberikan pernyataan resmi terkait pengadaan atau penempatan sistem senjata laser di Dubai.
Namun, langkah ini semakin menegaskan posisi Tiongkok sebagai pemain kunci dalam pasar ekspor teknologi militer canggih, dan semakin mendapat pintu lebar untuk masuk ke pasar UEA. (PN)

