Republikorp amankan kesepakatan strategis 12 unit UCAV KIZILELMA dari Baykar

Indonesia amankan akuisisi 12 KIZILELAM UCAV dari TurkiyeVia X

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan asal Indonesia, Republikorp, secara resmi menandatangani kontrak pengadaan jet tempur nirawak (UCAV) KIZILELMA dengan produsen kedirgantaraan Turkiye, Baykar, di ajang SAHA Expo 2026 yang digelar di Istanbul hari ini.

Kesepakatan awal ini mencakup pembelian 12 unit KIZILELMA yang merupakan pesawat nirawak bermesin jet dengan kemampuan siluman untuk memperkuat lini pertahanan udara masa depan.

Selain pesanan utama tersebut, kontrak ini juga memuat klausul opsi tambahan untuk akuisisi 48 unit berikutnya, yang menunjukkan komitmen jangka panjang dalam pengadopsian teknologi UAV tempur generasi kelima.

Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh para petinggi industri pertahanan kedua negara, menandai babak baru kolaborasi strategis antara industri pertahanan swasta Indonesia dan raksasa drone global asal Turkiye.

Baykar KIZILELMA dikenal sebagai sistem pesawat tempur tak berawak yang dirancang untuk mampu melakukan manuver agresif dan pertempuran udara ke udara, layaknya jet tempur berawak konvensional.

Kehadiran KIZILELMA melalui Republikorp diharapkan dapat mempercepat transfer teknologi dan meningkatkan deteren pertahanan nasional melalui platform otonom yang memiliki profil radar rendah.

Implementasi kesepakatan ini juga menjadi sinyal kuat posisi Indonesia yang semakin aktif dalam mengintegrasikan teknologi unmanned mutakhir ke dalam doktrin pertahanan udara modern.

Baykar KIZILELMA merupakan UCAV bermesin jet pertama dari Turkiye yang dirancang memiliki karakteristik Low Observable atau jejak radar rendah demi mendukung misi siluman.

Pesawat ini memiliki bobot lepas landas maksimum (MTOW) sekitar 8,5 ton dengan kapasitas muatan mencapai 1,5 ton, yang memungkinkannya membawa berbagai persenjataan berat di dalam internal weapons bay maupun pada pylon eksternal.

Dari sisi performa, varian awal KIZILELMA mampu mencapai kecepatan jelajah Mach 0,6 dengan kecepatan maksimum hingga Mach 0,9, serta memiliki radius tempur sekitar 500 mil laut (926 km).

Keunggulan teknis utamanya terletak pada kemampuan manuver agresif yang didukung oleh desain kanard dan sistem kendali terbang otonom berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk skenario pertempuran udara-ke-udara jarak dekat maupun jauh.

Sistem sensor yang diusungnya sangat canggih, mencakup radar Active Electronically Scanned Array (AESA) buatan ASELSAN yang memberikan kesadaran situasional tinggi dan kemampuan mendeteksi target dari jarak jauh.

Selain itu, pesawat ini dilengkapi dengan sistem penargetan elektro-optik TOYGUN dan sistem pencarian serta pelacakan inframerah (IRST) KARAT, yang menjadikannya platform multiperan untuk misi intelijen, pengawasan, serta serangan presisi.

Untuk urusan persenjataan, KIZILELMA mampu mengusung berbagai munisi pintar buatan Turkiye, mulai dari rudal udara ke udara jarak jauh Gökdoğan dan jarak pendek Bozdoğan, hingga rudal jelajah SOM untuk serangan jarak jauh.

Selain itu, platform ini dapat membawa bom berpemandu presisi seperti TOLUN dan berbagai jenis rudal udara-ke-permukaan lainnya, memberikan fleksibilitas tinggi bagi operator dalam menghadapi ancaman simetris maupun asimetris di medan tempur modern. (MA)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *