Ini yang dibawa pesawat C-17 USAF ke Beijing jelang kunjungan Presiden Trump
Via X AIRSPACE REVIEW – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan melakukan kunjungan ke Beijing, China untuk mengadakan pertemuan dengan Presiden Xi Jinping pada 14-15 Mei 2026.
Kedatangan pesawat angkut militer C-17 Globemaster III ke Beijing sebagai tim aju, sepuluh hari sebelum kunjungan resmi Trump, telah meramaikan jagat media sosial.
Kemarin, para spotter maupun warga setempat ramai-ramai mengabadikan kedatangan beberapa burung besi militer AS tersebut.
Kedatangan pesawat militer AS di Negeri Tirai Bambu memang terbilang langka. AS dan China, selama ini sering diberitakan saling berkonfrontasi terkait berbagai hal, termasuk perang dagang hingga persaingan teknologi militer kedua negara yang menarik perhatian global.
Kedatangan tim aju atau pendahuluan kepresidenan ke suatu negara, merupakan prosedur tetap yang dilaksanakan oleh hampir seluruh negara, terkhusus lagi Amerika Serikat dalam hal ini.
Sebagian warganet mempertanyakan, mengapa masih sepuluh hari dari kunjungan, tetapi militer AS telah datang lebih awal ke Beijing.
Sejatinya, waktu persiapan bisa lebih dari itu, tergantung situasi dan kebutuhan berdasarkan data dan masukan informasi dari intelijen AS.
Prosedur standar dalam misi logistik kepresidenan AS ini dikenal dengan sebutan misi “Phoenix Banner”.
Lalu apa sebenarnya yang dibawa oleh pesawat militer C-17 Globemaster III ke Beijing?
Prioritas utama yang dibawa adalah sejumlah armada darat Secret Service, termasuk kendaraan khusus yang akan digunakan oleh Presiden Trump.
Dalam kunjungan resmi kenegaraan untuk Presiden AS, biasanya dibawa dua unit kendaraan Cadillac One atau yang biasa disebut The Beast,
Mobil kepresidenan ini memiliki perlindungan balistik tingkat tinggi, sistem suplai oksigen mandiri, dan peralatan komunikasi satelit terenkripsi.
Selain “The Beast” juga ada SUV Pengawal, yaitu Chevrolet Suburban yang dimodifikasi, yang sering disebut sering disebut Roadrunner.
Kendaraan ini berfungsi sebagai pusat komunikasi seluler dan sistem pertahanan elektronik (jamming) untuk menangkal ancaman IED maupun drone.
Wahana lain yang dibawa adalah helikopter kepresidenan VH-3D Sea King atau VH-60N White Hawk dalam kondisi sayap/baling-baling terlipat.
Helikopter ini disiapkan sebagai sarana transportasi alternatif jika jalur darat dianggap tidak aman atau untuk mobilitas cepat antarlokasi di China.
Lalu ada juga peralatan komunikasi, yang akan digunakan oleh tim pendahulu membangun jaringan komunikasi aman yang menghubungkan lokasi presiden di Beijing langsung ke Gedung Putih dan komando militer di AS.
Pesawat C-17 juga membawa persediaan medis, termasuk stok darah cadangan yang sesuai dengan golongan darah presiden, peralatan medis darurat, dan terkadang tim medis militer tambahan.
Kemudian, untuk meminimalisir risiko gangguan keamanan, sebagian besar kebutuhan logistik konsumsi presiden dibawa langsung dari AS.
Pesawat C-17 juga mengangkut personel Secret Service yang bertanggung jawab penuh atas keamanan Presiden AS selama kunjungannya.
Selama 10 hari sebelum kedatangan, para tim pendahulu akan melakukan survei rute, guna memastikan setiap jengkal rute perjalanan dari Bandara Internasional Ibu Kota Beijing menuju lokasi pertemuan telah disterilkan.
Bekerja sama dengan otoritas keamanan China untuk menentukan protokol pengawalan ketat.
Mereka juga akan melakukan pengecekan seluruh fasilitas yang akan didatangi presiden, termasuk menyiapkan ruang aman (Secure Room) di hotel atau tempat menginap presiden.
Penggunaan pesawat C-17 Globemaster III memungkinkan semua peralatan berat ini untuk dibawa. Lebih utama lagi pesawat ini mampu mendarat di landasan yang relatif pendek, walaupun bandara yang disiapkan untuk kunjungan ini tentunya adalah bandara utama yang sudah dijamin keamanannya.
Pada saat seluruh persiapan telah dilakukan secara penuh jelang hari-H kedatangan presiden, orang nomor satu di Amerika Serikat itu akan tiba di Beijing menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One dan pesawat-pesawat penyertanya. (PN)

