MBDA akan meningkatkan produksi rudal 40%: Storm Shadow, Mistral, dan Aster

Peluncuran rudal Aster B1 NTMBDA

AIRSPACE REVIEW – Di tengah meningkatnya permintaan global akan senjata, raksasa pertahanan Eropa MBDA mengatakan akan meningkatkan produksi rudal sebesar 40% tahun ini dibandingkan dengan tahun 2025.

Ini adalah angka rata-rata, karena produksi jenis senjata tertentu akan lebih tinggi.

Produksi rudal Aster, yang digunakan dalam sistem pertahanan udara SAMP/T yang dioperasikan oleh Ukraina, akan meningkat dua kali lipat dengan cepat.

Angka-angka ini diumumkan oleh CEO perusahaan, Eric Beranger, pada konferensi pers tahunan di Paris, menurut hartpunkt.

Antara tahun 2026 dan 2030, MBDA akan menginvestasikan lima miliar euro untuk memperluas produksi.

Selain itu, pada akhir tahun ini, perusahaan akan merekrut 2.800 karyawan lagi, yang akan bergabung dengan tenaga kerja saat ini yang berjumlah lebih dari 20.000 spesialis.

Nilai pesanan yang belum dipenuhi perusahaan saat ini mencapai 44 miliar euro, dengan 70 persen kontrak berasal dari Eropa.

Perlu dicatat bahwa perusahaan bekerja sama dengan lebih dari 2.000 pemasok, yang juga harus didukung seiring dengan ekspansinya.

CEO MBDA menekankan bahwa rencana peningkatan produksi, yang kini sedang diimplementasikan, telah disusun bahkan sebelum perang dengan Iran dimulai.

Pada saat yang sama, volume produksi sejak tahun 2022 telah meningkat lima kali lipat untuk rudal antipesawat Aster dan empat kali lipat untuk rudal Mistral.

Perlu dicatat bahwa keluarga rudal antipesawat Aster mencakup varian Aster 15 dan Aster 30, dengan hanya Aster 30 yang digunakan dalam sistem SAMP/T.

Namun, tidak dijelaskan bagaimana peningkatan produksi akan memengaruhi masing-masing jenis rudal tersebut.

MBDA juga memproduksi berbagai macam rudal, termasuk Brimstone, rudal jelajah Storm Shadow/SCALP, rudal anti-kapal EXOCET, rudal pertahanan udara MICA dan CAMM, serta rudal udara ke udara jarak jauh Meteor.

Meskipun angka pastinya tidak diberikan, peningkatan produksi rata-rata sebesar 40 persen patut diperhatikan, terutama karena beberapa rudal ditujukan untuk Ukraina. (RNS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *