Iran klaim drone kamikaze Arash-2 berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel dalam serangan ke Bandara Ben Gurion

Drone kamikaze Arash-2 IranIstimewa

AIRSPACE REVIEW – Iran mengklaim telah menggunakan amunisi jelajah Arash-2 barunya untuk menyerang Bandara Ben Gurion Israel (23/3), dan berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel yang kuat.

Informasi ini diungkapkan oleh juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akrami Naeini.

Disebutkan, Arash-2 berhasil mengenai target di bandara tersebut. Namun belum ada verifikasi independen yang mengkonfirmasi kerusakan apa pun di bandara.

Drone kamikaze Arash-2 ini menggabungkan penampang radar yang sangat kecil dengan daya tahan tinggi, sehingga mampu menghindari sistem deteksi dan mencapai target yang jauh.

Naeini juga menekankan kemampuan Iran untuk mempertahankan laju produksi yang cepat, menunjukkan bahwa sistem ini ditujukan untuk penyebaran skala besar dan berkelanjutan.

Arash-2 sendiri baru diperkenalkan secara publik pada tahun 2022, hadir sebagai evolusi dari drone serang satu arah buatan dalam negeri Iran yang terus berkembang.

Dibandingkan drone kamikaze Shahed-136, Arash-2 dinilai lebih memprioritaskan jangkauan yang lebih jauh dan karakteristik penetrasi lebih baik.

Perkiraan menunjukkan bahwa Arash-2 dapat mencapai jangkauan antara 1.500–2.000 km, dibandingkan dengan Shahed-136 pada kisaran 1.000–1.500 km.

Peningkatan ini memperluas jangkauan serangan operasional dan memungkinkan penargetan yang lebih dalam ke wilayah lawan.

Perbedaan lainnya adalah pada pengurangan jejak radarnya. Meskipun Shahed-136 memiliki ukuran yang relatif kecil, Arash-2 dilaporkan dioptimalkan lebih lanjut melalui pembentukan badan pesawat dan pemilihan material untuk meminimalkan deteksi radar.

Hal tersebut tidak membuatnya menjadi siluman dalam arti konvensional, tetapi mengurangi jangkauan deteksi dan memperpendek waktu penyerangan bagi sistem pertahanan udara lawan.

Jika dikombinasikan dengan profil penerbangan di ketinggian rendah, ini meningkatkan kemungkinan deteksi kehadirannya akan lebih sulit.

Daya tahan dan profil penerbangan juga telah ditingkatkan pada Arash-2, ditenagai mesin piston dengan efisiensi bahan bakar dioptimalkan, memungkinkan durasi penerbangan lebih lama dan rute yang fleksibel.

Sementara, Shahed-136 sendiri telah menunjukkan kemampuan jarak jauh yang efektif tetapi biasanya digunakan dalam profil serangan gelombang massal atau mengandalkan jumlah daripada kinerja penetrasi individu.

Kapasitas hulu ledak pada Arash-2 diperkirakan 30–50 kg, sedangkan Shahed-136 dengan muatan yang sedikit lebih ringan yakni antara 20-40 kg. (RBS)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *