Angkatan Darat AS siap mengerahkan rudal hipersonik Dark Eagle pertamanya, berjangkauan 3.500 km dan kecepatan 5 Mach

Dark EagleUS Army

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Darat AS (US Army) akan mengerahkan baterai Senjata Hipersonik Jarak Jauh (Long-Range Hypersonic Weapon/LRHW) Dark Eagle operasional pertamanya dalam beberapa minggu mendatang.

Informasi ini diumumkan pada 18 Maret 2026, oleh Letnan Jenderal Frank Lozano, pejabat senior Angkatan Darat AS yang bertanggung jawab atas program rudal LRHW tersebut.

Hal ini menandai pengerahan operasional awal sistem rudal hipersonik Angkatan Darat AS pertama setelah penundaan berulang sejak 2023.

Pengiriman awal mencakup peluncur, kendaraan pendukung, dan sistem komando, serta rudal yang dikirimkan secara bertahap.

Unit pertama yang mengoperasikan sistem ini adalah Batalyon ke-5, Resimen Artileri Lapangan ke-3 di Pangkalan Gabungan Lewis-McChord, yang telah berlatih menggunakan peralatan tersebut sejak tahun 2021.

Satu baterai Dark Eagle terdiri dari empat peluncur pengangkut (TEL) yang dipasang di atas trailer, masing-masing membawa dua rudal hipersonik, sehingga totalnya delapan amunisi siap tembak.

Struktur ini memungkinkan penyebaran dan mobilitas yang tersebar, memungkinkan relokasi untuk mengurangi kerentanan terhadap serangan balasan.

Kehadiran Dark Eagle memungkinkan pasukan AS melakukan serangan cepat terhadap target bernilai tinggi dan sensitif waktu pada jarak yang sangat jauh sambil menghindari pertahanan rudal lawan melalui kemampuan manuver kecepatan tinggi.

Sistem Dark Eagle ini merupakan rudal permukaan ke permukaan jarak jauh yang menggabungkan pendorong roket dua tahap.

Rudal dibekali dengan CHGB (Common Hypersonic Glide Body) yang terpisah selama penerbangan dan bergerak dengan kecepatan melebihi 5 Mach saat bermanuver melalui atmosfer.

CHGB ini mengandalkan efek energi kinetik yang dikombinasikan dengan hulu ledak kecil yang diperkirakan kurang dari 14 kg.

Disebutkan, waktu menuju target untuk serangan jarak jauh pada jarak 3.500 km dapat mencapai waktu kurang dari 20 menit.

Sistem Dark Eagle dirancang untuk menyerang target yang diperkuat atau sensitif terhadap waktu seperti pertahanan udara, simpul komando, dan sistem rudal balistik dan target strategis lainnya. (RBS)

You may also like...

1 Response

  1. iwan pansir says:

    Rudal yg aneh😁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *