AIRSPACE REVIEW – Excalibur Army, bagian dari Czechoslovak Group (CSG), telah menandatangani kontrak ekspor sekitar 300 juta USD (Rp5,06 triliun), untuk memasok 100 kendaraan lapis baja Patriot ll ke sebuah negara di Asia Tenggara yang tidak disebutkan namanya.
Pesanan tersebut dijadwalkan akan dipenuhi selama periode tiga tahun, seperti diungkapkan oleh Militarnyi pada 5 Februari 2025.
Ditambahkan paket pengiriman tersebut mencakup kendaraan pengangkut mortir swagerak, kendaraan komando, serta kendaraan pengangkut personel lapis baja dan ambulans.
Untuk diketahui, Excalibur Army pernah dua kali memboyong kendaraan Patriot 4×4 ke Jakarta. Pertama pada Indo Defence 2018 dan kedua pada Indo Defence 2022 yang menampilkan versi upgrade yang disebut sebagai Patriot ll.
Mengenai karakteristiknya, Patriot ll memiliki bobot sekitar 17,5 ton, yang ditenagai mesin diesel Cummins ISB kapasitas 6.700 cc berdaya 210 kW. Kecepatan maksimumnya 130 km/jam dan jangkauan operasi mencapai 700 km.
Sebagai ranpur jenis MRAP (Mine-Resistant Ambush Protected), Patriot ll memiliki perlindungan terhadap ranjau atau bahan peledak improvisasi (IED) pada level 2a/b STANAG 4569 standar NATO.
Sementara untuk tingkat perlindungan balistiknya berada pada level 3 STANAG 4569 yang tahan terhadap tumbukkan munisi 7.62×51mm AP pada jarak 30 m.
Versi APC Patriot II diawaki enam orang termasuk pengemudi dan komandan. Kendaraan dapat dipasangi RCWS (Remote Control Weapon System) dengan pilihan berupa senapan mesin kaliber 7,62 mm atau kaliber 12,7 mm.
Beberapa fitur unggulan lainnya pada Patriot II termasuk ketinggian ground clearance yang dapat disesuaikan tingginya dengan permukaan jalan.
Lalu kendaraan dibekali pula sistem suspensi independent swinging air yang menjadikannya sanggup melahap berbagai permukaan medan dengan nyaman. (RBS)

