AIRSPACE REVIEW – Rusia dilaporkan telah mengirimkan Hermes MANPADS (sistem rudal panggul) ke medan tempur Ukraina. Ini adalah senjata antidrone berbobot hanya 1,2 kg sebagai sistem pertahanan udara portabel ringan yang dapat dibawa prajuit tanpa merepotkan.
Sejak pengembangannya dimulai, Hermes telah mengalami banyak perubahan desain.
Secara khusus, pengembangnya, NPO Kaysant (perusahaan Rusia yang fokus pada pengembangan sistem peperangan elektronik dan teknologi kontra-drone), mengatakan telah telah meningkatkan karakteristik aerodinamis rudal yang digunakan.
Kompartemen bahan bakar juga telah didesain ulang guna meningkatkan stabilitas penerbangan.
Pengubahan desain kompartemen bahan bakar bukan hanya soal jarak tempuh, tapi soal “center of gravity”.
Karena rudal ini sangat kecil, perubahan berat saat bahan bakar terbakar bisa membuat rudal tidak stabil. Namun desain baru ini mampu menjaga keseimbangan rudal tetap konsisten dari peluncuran hingga hantaman.
Perubahan lainnya, bila sebelumnya senjata ini berkapasitas tiga peluncuran, muatan amunisi Hermes sekarang telah ditingkatkan menjadi lima rudal.
Menambah kapasitas amunisi pada peluncur portabel biasanya menambah beban signifikan. Namun dengan berat total 1,2 kg, produsen menjamin sistem ini secara teknis sangat ringan untuk standar MANPADS.
Sebagai contoh perbandingan, sistem Igla atau Stinger MANPADS beratnya mencapaoi belasan kilogram.
Hermes menggunakan amunisi VOG-25 yang telah dimodifikasi. Ini adalah amunisi peluncur granat standar yang diubah menjadi rudal. Granatnya akan pecah menjadi ratusan serpihan kecil berkecepatan tinggi di dekat drone, sehingga bisa menghancurkan banyak drone sekaligus.
Rusia memiliki jutaan butir VOG-25 di gudang amunisi mereka. Produsen hanya perlu memasang “hidung” berupa sensor kamera (machine vision) dan “ekor” berupa motor roket kecil pada badan VOG-25 tersebut.
Secara fisik dan daya ledak, Hermes adalah VOG-25 yang diberi “otak” berupa sensor dan “kaki” berupa roket.
Rusia mengklaim, pendekatan ini akan memastikan pasukan menerima sistem yang paling efektif dan ampuh.
Hermes MANPADS diperkenalkan pertama kali pada September 2025. Senjata pertahanan udara ini dirancang untuk mencegat kawanan drone yang terbang rendah. Jarak tembak Hermes mencapai 500 meter. (RNS)

