AIRSAPCE REVIEW – Perusahaan pertahanan kenamaan Rusia, Kalashnikov, memperkenalkan sistem pengintaian-serangan portabel baru yang yang diberi kode RUS-PE.
Gambar dan spesifikasi RUS-PE telah dirilis menjelang dipresentasikan pada WDS 2026 (World Defense Show) di Riyadh, Arab Saudi, yang akan berlangsung dari 8-12 Februari.
Yang menarik, RUS-PE ini dianggap meniru desain Hero-90 buatan perusahaan Uvision Israel, baik desain, metode peluncuran, konsep misi, dan karakteristiknya.
Menurut Kalashnikov, sistem RUS-PE ditujukan untuk penembakan presisi terhadap target tunggal atau kelompok yang diam dan bergerak menggunakan amunisi berpemandu yang diluncurkan dari wadah portabel.
Amunisi loiter RUS-PE mengadopsi sayap berbentuk X, mengintegrasikan hulu ledak, elektronik kontrol terintegrasi, dan kepala pencari, serta diluncurkan melalui start pneumatik dari wadah pengangkut/peluncurnya.
Sistem ini dirancang untuk beroperasi dalam mode otonom, semi-otonom, dan manual. RUS-PE disebutkan memiliki daya tahan terbang hingga 30 menit dan kecepatan jelajah sekitar 140 km/jam.
Sistem pemandunya mencakup pencari optik dua saluran yang distabilkan giroskop, mampu mendeteksi dan melacak target diam dan bergerak, dengan pengenalan target otomatis yang didukung oleh algoritma kecerdasan buatan (AI).
Parameter-parameter ini sangat sesuai dengan karakteristik Hero-90, yakni amunisi jelajah portabel yang diluncurkan dari tabung, berpatroli di atas area target, dan melakukan serangan akhir di bawah kendali operator.
Kehadiran RUS-PE ini menambah portofolio produk amunisi loiter Kalashnikov, yang sebelumnya telah memiliki keluarga Lancet dan KUB, keduanya menuai sukses di palagan Ukraina. (RBS)

