AIRSPACE REVIEW – India dan Jerman disebut akan segera menyelesaikan kontrak untuk pengadaan delapan kapal selam senilai 8 miliar USD. Bloomberg pada 8 Januari 2026 melaporkan, kontrak akan ditandatangani dalam kunjungan Kanselir Jerman Friedrich Merz ke India pada 12-13 Januari.
Dikatakan bahwa India akan membangun enam kapal selam di Mumbai dengan transfer teknologi penuh, sementara dua kapal selam pertama akan dibuat di Jerman.
Program yang dinamai Proyek 75(I) ini berpotensi menjadi proyek industri pertahanan terbesar yang pernah diupayakan oleh New Delhi.
Kelas Tipe (Type) 214 adalah kapal selam yang disebut oleh media dengan fase P-75(I) saat ini.
Proyek ini akan dikerjakan oleh Thyssenkrupp Marine Systems dari Jerman dan Mazagon Dock Shipbuilders (MDL) milik negara India.
Kapal selam akan dilengkapi dengan propulsi independen udara (AIP). Sistem AIP memungkinkan kapal selam konvensional untuk tetap berada di bawah permukaan air dalam waktu lama tanpa muncul ke permukaan.
Dengan cara itu dapat meningkatkan daya tahan dan mengurangi paparan selama patroli.
Angkatan Laut India saat ini mengoperasikan 16 kapal selam yang sudah menua dengan usia pakai lebih dari 30 tahun, selain enam kapal selam buatan Prancis yang lebih baru.
Selain membeli delapan kapal selam dari Jerman, India juga terus mengerjakan proyek kapal selam kelas Arihant bertenaga nuklir di dalam negeri.
India mengatakan, kapal selam konvensional yang dilengkapi AIP diperlakukan sebagai kebutuhan jangka pendek daripada opsi transisi.
Program P-75(I) disebut memakan anggaran sebesar ₹70.000 crore atau sekitar 8,3 miliar USD.
Seperti banyak proyek pertahanan lainnya di India, P-75(I) memiliki sejarah yang panjang dan kompleks yang ditandai dengan penundaan, pergeseran kerangka kerja industri, dan persyaratan teknis yang berkembang untuk mencapai kesepakatan transfer teknologi dan pembuatan di dalam negeri. (RNS)

