Turki kembangkan sendiri radar AESA untuk pesawat tempur F-16C/D
Wikipedia AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Aselsan dari Turki mengembangkan prototipe radar active electronically scaned array (AESA) untuk F-16C/D negeri itu.
Prototipe radar ini dijadwalkan akan dikirimkan pada akhir tahun ini untuk diintegrasikan pada pesawat F-16 Block 30 Angkatan Udara Turki.
Saat ini Angkatan Udara Turki memiliki kurang lebih 245 unit F-16 C/D dalam inventorinya.
Aselsan mengatakan, pengembangan radar AESA juga dilakukan untuk drone Akinci.
F-16 Turki menjalani proses upgrade melalui Proyek Ozgur dengan meningkatkan masa pakai pesawat dari 8.000 jam menjadi 12.000 jam.
Proyek ini juga meningkatkan sistem avionik dan sensor dari pesawat termasuk radar AESA.
Penggunaan radar AESA akan meningkatkan kemampuan pesawat dalam mengendus target jarak jauh dan melacak sasaran yagn akan dicegat.
Radar dapat menunjukkan kondisi cuaca, mendeteksi target, dan membantu pilot selama pertempuran udara.
Radar juga membantu pilot untuk melaksanakan fungsi penyerangan terhadap sasaran darat/permukaan.
Turki mengembangkan radar AESA dengan mendayagunakan semua komponen dan industri dalam negerinya.
-Jaden-


hal yang ditakutkan oleh bangsa lain adalah kemandirian,….
sekarang jika turky benar akan memproduksi radar easa sendiri maka ini menjadi kegagalan pertama dari penerapan sangsi oleh usa, … dan jika ini berhasil maka perangkat apalagi yang akan dihasilkan oleh turky,…
negara barat harus buat keutusan cepat,…. segera akhiri sangsi dan paksa turky beli atau tetap sangsi dengan dampak kemandirian oleh turky