F-22 demonstrasikan Hot-Pit Refuel menggunakan ABFDS dari C-130J

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Sepasang jet tempur F-22 Raptor yang sedang ditugaskan ke Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam, melaksanakan demonstrasi pengisian bahan bakar panas atau Hot-Pit Refuel (HPR) menggunakan ABFDS (Aerial Bulk Fuel Delivery System) dari pesawat C-130J Super Hercules.

Pada proses HPR, pesawat mendarat di landasan, parkir tanpa mematikan mesin, dan langsung mendapatkan pengisian bahan bakar dengan cepat.

Pelaksanaan HPR pada pesawat F-22 dilakukan oleh pesawat C-130J Super Hercules yang membawa peralatan ABFDS .

ABFDS merupakan sistem baru, sudah digunakan pada C-17 dan C-5

Menurut berita USAF, selain ada di C-130J, ABFDS ini telah digunakan pada pesawat angkut C-17 Globemaster III dan C-5 Galaxy. Sistem ini dapat dikatakan baru.

Baca juga: Jet-jet tempur F-22 merapat ke Guam, penyempurnaan terus dilakukan

Pengisian bahan bakar secara HPR terhadap F-22 oleh C-130J merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh 374th Airlift Wing yang berbasis di Pangkalan Udara Yokota, Jepang.

Pengisian pertama kali dilaksanakan dalam latihan dua tahunan “Valiant Shield 20” di Andersen AFB, Guam pada September lalu.

ABFDS merupakan bagian dari konsep ACE PACAF untuk menghasilkan kekuatan udara tangguh

ABFDS merupakan bagian dari konsep ACE PACAF (Agile Combat Employment Pacific Air Force) sebagai operasi tangkas untuk menghasilkan kekuatan udara yang tangguh di lingkungan yang diperebutkan.

Peralatan ABFDS terdiri dari dua tangki ‘pengencingan’ bertekanan udara dengan kapasitas 3.000 galon, dua modul pemompaan, serta selang pengisian bahan bakar.

Baca Juga: AS akan latih pilot-pilot tempur India, Jepang, dan Australia di Guam

Sistem pemompaan bahan bakar ini mampu menyalurkan 600 galon per menit menggunakan satu pompa atau 1.200 galon per menit dengan dua pompa.

Pengisian bahan bakar secara cepat sekaligus berguna di pangkalan darurat

Sistem ABFDS disiapkan untuk pengisian bahan bakar secara cepat dalam kondisi darurat. Misalnya, ketika pesawat mendarat di suatu pangkalan yang tidak menyediakan atau tidak terdapat suplai bahan bakar. Maka pesawat angkut yang dilengkapi ABFDS akan segera datang mendukung pengisian bahan bakar.

Baca juga: 12 F-16 Skadron Agresor USAF mainkan peran sebagai Pasukan Merah di Guam

Fungsi lain adalah melaksanakan pengisian bahan bakar secara HPR untuk mendukung misi maupun operasi secara cepat.

ABFDS ini pernah juga digunakan dalam latihan USINDOPACOM di mana pesawat mata-mata U-2 Dragon Lady dikerahkan masuk dan keluar Republik Korea Selatan.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *