Inggris jegal penjualan FA-50 oleh Korea Selatan ke Argentina

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pemerintah Inggris telah menjegal rencana penjualan pesawat tempur serang Korea Selatan FA-50 Fighting Eagle kepada Argentina akibat dari ketegangan yang muncul antara kedua negara sejak konflik Atlantik Selatan.

FA-50 sejatinya dibuat oleh Korea Aerospace Industrires (KAI) bekerja sama dengan Lockheed Martin dari Amerika Serikat. Namun demikian, Inggris dapat menggagalkan penjualan itu karena sejumlah komponen FA-50 dibuat oleh Inggris termasuk kursi lontar Martin-Baker.

Pihak KAI sendiri telah memberitahukan mengenai keberatan Inggris ini kepada Argentina.

“Dengan menyesal kami menginformasikan kepada Anda bahwa masalah izin ekspor Inggris belum terselesaikan hingga saat ini. KAI belum menemukan solusi dan akan berupaya secara wajar untuk menyelesaikan masalah izin ekspor Inggris ini,” tulis surat yang dilayangkan KAI kepada pemerintah Argentina pada 28 Oktober 2020 seperti diberitakan oleh The Eurasian Times.

Sementara itu dari pihak Argentina, Menteri Pertahanan Augustin Rossi membenarkan mengenai kabar tidak enak tersebut dan mengakui bahwa pemerintah Inggris memang telah melarang penjualan FA-50 kepada Argentina.

Rossi menyebut tindakan Inggris itu sebagai “arogansi kekaisaran”.

Bukan kali ini saja terjadi Inggris telah menjegal penjualan sistem persenjataan oleh negara lain kepada Argentina. Inggris sebelumnya telah menggagalkan rencana pembelian pesawat tempur Saab Gripen oleh Argentina dari Swedia karena sebagian besar avionik Gripen juga dibuat oleh Inggris.

Sebagaimana diketahui, pemerintah Argentina mengincar FA-50 sebagai pengganti sementara jet tempur Mirage III, Mirage 5, IAI Dagger yang sudah dipensiunkan sejak 2015. Tahun lalu dilaporkan Buenos Aires berniat membeli 10 FA-50 dari KAI.

Argentina juga tengah mencari armada baru pengganti A-4AR Fightinghawk yang sebagian besar telah dipensiunkan karena sudah tua dan sulit mendapatkan suku cadang.

Hingga saat ini belum ada informasi apakah Buenos Aires akan mengalihkan pembelian pesawat tempurnya ke Rusia atau China akibat dari kegagalan rencana ini.

FA-50 merupakan keluarga pesawat tempur T-50 Golden Eagle dengan fungsi utama sebagai pesawat tempur/serang ringan.

Pesawat ini telah diekspor oleh Korea Selatan kepada Indonesia, Filipina, Thailand, dan Irak selain digunakan di dalam negeri oleh Angkatan Udara Korea (ROKAF).

Roni Sontani

3 Replies to “Inggris jegal penjualan FA-50 oleh Korea Selatan ke Argentina”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *