Menang tipis, rakyat Swiss setuju pemerintah membeli jet tempur baru

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pemerintah Swiss telah menggelar pemungutan suara bagi rakyatnya terkait rencana pembelian armada jet tempur baru oleh pemerintah yang akan menghabiskan anggaran sebesar 6 miliar CHF (6,5 miliar dolar AS).

Badan legislatif Swiss pekan lalu telah menyetujui anggaran tersebut untuk program modernisasi “Udara2030” yang akan digunakan untuk membeli 30-40 pesawat baru.

Berbeda dengan pemungutan suara terdahulu, kali ini rakyat tidak memilih jet tempur mana yang harus dibeli. Melainkan, menyetujui atau tidak apabila pemerintah membeli pesawat tempur baru pengganti armada F-5E/F Tiger II dan F/A-18C/D Hornet yang akan segera dipensiunkan.

Usai menggelar pemungutan suara pada Minggu, 27 September 2020, diperoleh selisih suara tipis yakni 8.670 suara dari tiga juta pemberi suara.

Hasil 50,1% (1.605.700 suara) telah menyetujui pemerintah untuk membeli jet tempur baru bagi Angkatan Udara Swiss. Sedangkan 49,9% (1.597.030 suara) lainnya yang menentang.

Tingkat partisipasi pemilih dalam referendum ini mencapai 59,4%.

Walau unggul tipis, hasil pemungutan suara ini sesuai dengan prediksi yang telah dilaksanakan oleh beberapa lembaga survei.

Hasil pemungutan suara terbilang ketat karena sebagian masyarakat perkotaan umumnya kritis terhadap eksistensi angkatan bersenjata.

Mereka berpendapat, belum saatnya Swiss membeli pesawat tempur baru dan lebih baik mengalokasikan anggaran untuk penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi.

Namun kelompok lain berpendapat, pesawat tempur baru tetap dibutuhkan karena negara tidak akan pernah bisa nduga bentuk ancaman apa yang akan datang. Negara harus siap dan sanggup mempertahankan kedaulatannya.

Swiss memang sudah beratus-ratus tahun tidak pernah terlibat dalam peperangan. Negara non-NATO ini memilih untuk netral.

Menteri Pertahanan Swiss Viola Amherd, seperti diberitakan Defense News, menyambut baik kemenangan pemungutan suara yang telah dilakukan.

Dengan begitu, ia menyatakan, pemerintah telah memiliki legitimasi untuk memilih empat pesawat tempur kandidat yang evaluasinya telah dilakukan oleh pemerintah dalam beberapa tahun belakangan.

Keempat pesawat yang akan dipilih adalah Lockheed-Martin F-35 Lightning II, Boeing F/A-18E/F Super Hornet, Dassault Rafale, dan Eurofighter Typhoon.

Meski demikian, semua vendor harus memenuhi tenggat waktu 18 November 2020 untuk mengirimkan proposal akhir masing-masing.

Pemerintah Swiss kemudian akan mengevaluasi tawaran tersebut sepanjang paruh pertama 2021 dan membuat keputusan pesawat mana yang akan dibeli pada bulan Juni 2020.

Untuk diketahui, Swiss juga akan membeli perangkat keras sistem pertahanan rudal darat senilai 2 miliar dolar AS untuk melengkapi kekuatan angkatan udara.

Direncanakan, kontrak dengan industri pesawat yang terpilih akan dilaksanakan tahun 2021 sehingga kelompok pesawat pertama sudah bisa diterima tahun 2025.

Roni Sontani

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *