Kapal induk Admiral Kuznetsov akan kembali ke AL Rusia pada 2023

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Kapal induk Admiral Kuznetsov milik Angkatan Laut Rusia saat ini masih menjalani perbaikan dan modernisasi. Dijadwalkan, pertengahan 2023 kapal ini sudah bisa melaut lagi dan akan begabung dengan AL Rusia pada akhir tahun itu.

Wakil Presiden United Shipbuilding (USC) Vladimir Korolev mengatakan, Admiral Kuznetsov akan mulai berlayar lagi pada Juni-Juli 2023 untuk uji coba laut.

Lalu setelah itu, pada akhir 2023 kapal jenis penjelajah berat ini harus sudah diserahkan dan bergabung dengan kekuatan AL Rusia lainnya.

Dikatakan kepada TASS, perbaikan dan peningkatan kapal induk Admiral Kuznetsov mencakup avionik, dek penerbangan dengan lompat ski, peralatan listrik, dan mesin.

Kapal induk juga akan menerima sistem kontrol lepas landas dan pendaratan baru yang sepenuhnya dibuat di dalam negeri.

Sementara untuk kapabilitas angkut pesawat akan tetap sama. Kapal ini akan dilengkapi sejumlah pesawat tempur Mig-29K dan Su-33 serta sejumlah helikopter.

Dalam hal persenjataan, senjata serang berat akan dilepas dan kapal hanya dipersenjatai dengan senjata antipesawat Pantsir-M.

Sementara itu, Kepala USC Alexey Rakhmanov sebelumnya mengatakan, uji coba kapal induk Admiral Kuznetsov mengalami penundaan karena pasokan komponen yang tertunda.

Kontrak perbaikan dan peningkatan Admiral Kuznetsov ditandatangani pada April 2018 untuk pengerjaan hingga tahun 2022.

Namun, pada 12 Desember 2019 kapal dengan panjang 315 m dan beam 75 m tersebut terbakar dan mengalami kerusakan pada ruang seluas 500 m2.

Admiral Kuznetsov merupakan satu-satunya kapal induk yang dimiliki oleh Rusia saat ini. Kapal ini mulai dibangun pada 1982 dan diluncurkan pada 1985.

AL Rusia mulai menggunakan Admiral Kuznetsov pada 1991. Kapal ini beroperasi penuh pada 1995.

Su-33Istimewa

Sementara kembaran Admiral Kuznetsov, yaitu Varyag, yang saat itu belum selesai pengerjaannya menjadi milik Ukraina setelah bubarnya Uni Soviet tahun 1991.

Oleh Ukraina, Varyag yang masih setengah jadi ini dijual ke China dan diteruskan pembangunannya oleh Dalian Shipbuilding Industry, China hingga menjadi kapal induk Liaoning.

Dari pengalaman menyelesaikan Liaoning, Dalian kemudian membuat kapal induk pertama buatan China yaitu Shandong yang kini sudah bergabung dengan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN).

Desain Shandong mengambil dari basis cetak biru Varyag.

RSN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *