Pendiri Mission Aviation Fellowship meninggal dunia pada usia 98 tahun

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Salah satu pendiri Mission Aviation Fellowship (MAF) yang mengoperasikan penerbangan kemanusiaan di daerah-daerah terpencil di seluruh dunia, Stuart Sendall-King, telah meninggal dunia pada usia 98 tahun.

Stuart, mantan kepala teknisi di Angkatan Udara Inggris (RAF), meninggal pada 29 Agustus 2020. Ia merupakan salah satu perintis awal MAF. Stuart melakukan penerbangan survei menggunakan pesawat ringan dari London ke pedalaman Afrika Tengah pada 1948.

Kelahiran tahun 1922 ini merupakan veteran Perang Dunia dan terlibat dalam kampanye Pendaratan di Normandia (D-Day) pada 6 Juni 1944.

Menurut data, saat ini MAF mengoperasikan 138 pesawat ringan di lebih 26 negara. MAF mempekerjakan lebih dari 1.300 staf  di mana 1.000 di antaranya adalah para personel lokal.

MAF bermitra dengan lebih dari 2.000 organisasi kemanusiaan, termasuk UNICEF, Organisasi Kesehatan Dunia, Palang Merah, Medair, dan Tearfund .

Stuart KingMAF

Mantan Panglima Angkatan Darat Inggris, Jenderal The Lord Dannatt, yang mendukung penerbang MAF mengatakan, Stuart King adalah salah satu contoh manusia visioner.

“Jika pernah ada orang yang terinspirasi untuk mengubah ide visioner menjadi kenyataan, itu adalah Stuart King,” kata Dannatt seperti dikutip Flyer.

Dikatakan, Stuart memulai visinya dengan satu pesawat dan ia telah mengubah kehidupan banyak orang dengan semangat, kepemimpinan, dan keyakinannya.

 

“Warisan Stuart King sangat besar, keluarganya pantas berbangga dengan semua yang telah dia capai,” pungkas Dannatt.

MAF penerbangan survei ke pedalaman Afrika tahun 1948MAF

Di Indonesia MAF hadir dan dikenal penduduk di sejumlah pedalaman seperti di Papua, Kalimantan, dan Sumatera.

MAF memperoleh izin kegiatan Angkutan Udara Bukan Niaga dengan nomor SKEP/310/XII/1999 tanggal 2 Desember 1999 dan pemegang Operating Certificate (OC)-91 nomor OC 91- 004.

MAF Indonesia pernah mengoperasikan pesawat hingga 18 unit terdiri dari empat Cessna 208B, satu Cessna 208, tujuh Kodiak 100, satu Cessna 208 Amphibi, dua Cessna A185 Floatplane, dan tiga Cessna TU206.

Roni Sontani

2 Replies to “Pendiri Mission Aviation Fellowship meninggal dunia pada usia 98 tahun”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *