Hadapi jet siluman China, India ingin membeli F-35 dari Amerika Serikat?

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Sebagai salah satu negara besar dengan kekuatan militer yang juga besar, ada yang dirasa masih kurang dimiliki oleh Angkatan Udara India. Yaitu, pesawat tempur generasi kelima di mana negara-negara lain yang sejajar atau bahkan di bawahnya pun sudah memiliki pesawat jenis ini.

India menghadapi China yang telah berhasil membuat sendiri jet tempur siluman J-20 dan J-31. China bahkan kini sudah mempersiapkan diri untuk membuat jet tempur generasi keenam yang disebut-sebut sebagai “Super F-35”.

Jauh sebelum ini, India sebenarnya telah mencanangkan proyek Fifth Generation Fighter Aircraft (FGFA) atau Perspective Multi-role Fighter (PMF) pada 2007. Namun, proyek tersebut tak kunjung terwujud dan akhirnya muncul berita dibatalkan.

Pada pameran Aero India 2013, India untuk pertama kali menampilkan model pesawat HAL AMCA (Advanced Medium Combat Aircraft). AMCA akan dibangun melalui kolaborasi Agen Pengembangan Aeronatik (ADA) dengan Pusat Desain dan Penelitian Pesawat (ARDC). Sementara Hindustan Aeronautics Limited (HAL) akan menjadi kontraktor utama pembuatan pesawat tempur generasi kelima berkursi tunggal ini.

Pada Oktober 2019 Kepala Staf Angkatan Udara India (IAF) RKS Bhadauria mengatakan, Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (DRDO), bagian dari Kementerian Pertahanan, “harus” dapat merealisasikan proyek ini.

IAF ingin memberikan kontribusi yang besar terhadap teknologi yang akan diintegrasikan pada pesawat ini sehingga sesuai kebutuhan IAF.

Di tahun tersebut, Menteri Pertahanan India menyiapkan proposal untuk mendapatkan persetujuan dan pendanaan dari Komite Kabinet Keamanan untuk pengembangan fase prototipe.

Di tengah situasi menunggu kepastian berjalan tidaknya proyek ini, muncul kabar bahwa Amerika Serikat akan memasok jet tempur F-35 Lightning II ke Uni Emirat Arab (UEA). Hal ini membuka peluang yang sama bagi India untuk mendapatkan pesawat tempur siluman ini.

Didasarkan pada kebutuhan yang bersifat sangat mendesak akibat meningginya ketegangan antara New Delhi dan Beijing, dapat diduga upaya untuk mengajukan pembelian F-35 akan mendapat dukungan.

Masalahnya, apakah pemerintahan Presiden Trump akan memberikan restu menjual F-35 kepada India?

Sebagian pengamat optimistis, kedekatan Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi akan memuluskan pembelian F-35. Hal itu bisa terlihat langsung saat Trump mengunjungi India beberapa waktu lalu.

IAF saat ini sudah mendapatkan kelompok pertama jet tempur generasi 4,5 Rafale dari Perancis. India membeli 36 unit pesawat buatan Dassault Aviation ini.

Meski demikian, kemampuan jet tempur generasi 4,5 tetap dianggap masih belum bisa menandingi jet tempur generasi kelima yang andalan platformya berbeda. Dan karena itu pula “Si Petir” menjadi salah satu jet tempur paling diinginkan di dunia saat ini.

ROKAF F-35A
ROKAF file

Pada tahun 2018, muncul laporan di media India bahwa New Delhi menaruh minat pada F-35. IAF pun diberitakan telah mengajukan permintaan kepada Lockheed Martin untuk memberi tahu tentang kemampuan F-35 yang dikembangkan di bawah program Jonit Strike Fighter (JSF) ini.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai, India tidak akan bisa mudah mendapatkan F-35. Terlebih India adalah pelanggar terbesar sistem persenjataan Rusia.

Timothy Hoyt, Wakil Ketua Kelompok Studi Regional Samudra Hindia dari US Naval War College mengatakan, keinginan India untuk memiliki F-35, tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

“Saya ragu pembelian F-35 akan segera terjadi karena ada sejumlah alasan,” ujar Hoyt seperti dikutip The Eurasian.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *