BAE Systems pilih simulator Eurofighter Typhoon buatan CAE untuk Qatar

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – BAE Systems, kontraktor pembuatan 24 jet tempur Eurofighter Typhoon untuk Angkatan Udara Qatar, telah memilih simulator misi penuh (full-mission simulator) Medallion MR e-Series buatan CAE.

CAE mengumumkan hal itu dalam penyelenggaraan konferensi virtual dan pameran perdagangan CAE OneWorld pada 8 Juli 2020.

Sebanyak empat simulator akan dipasok CAE kepada BAE Systems untuk  Qatar Emiri Air Force. Kontrak pengadaan simulator akan ditandatangani tahun ini.

Qatar telah memesan 24 Typhoon dari BAE Systems. Penandatanganan pembelian 24 pesawat berikut suku cadang, perlengkapan, dan paket pelatihan senilai 6 miliar euro ini dilaksanakan pada 10 Desember 2017 di Doha, Qatar.

Pembuatan Typhoon akan dilakukan oleh BAE Systems yang memiliki 5.000 pekerja di Warton, Lancashire.

Pengiriman pesawat kelompok pertama akan dilaksanakan pada 2022.

Jet tempur Eurofighter Typhoon dengan mesin ganda, sayap delta, serta sayap ‘bebek’, dikembangkan oleh konsorsium yang terdiri dari Airbus, BAE Systems, dan Leonardo.

Pesawat ini pertama kali dikembangkan tahun 1983 sebagai program pesawat tempur Eropa masa depan, Eurofighter 2000. Saat itu, Perancis masih terlibat dalam konsorsium sebelum akhirnya mengundurkan diri dan membuat jet tempur Rafale.

Eurofighter EF 2000 mengudara pertama kali pada 27 Maret 1994. Nama Typhoon selanjutnya digunakan untuk pesawat ini sejak September 1998.

Eurofighter Typhoon
BAE Systems

Pengembangan Typhoon sempat tertunda akibat timbul polemik bahwa berakhirnya era Perang Dingin telah mengurangi kebutuhan akan pesawat tempur di kawasan Eropa.

Typhoon mulai digunakan dalam operasi di angkutan udara pada 2003. Saat ini lebih dari 623 unit pesawat ini telah digunakan dan dipesan oleh sembilan negara, yaitu Austria, Jerman, Italia, Kuwait, Oman, Arab Saudi, Spanyol, Inggris, dan Qatar.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *