Rusia: India kemungkinan besar akan menambah MiG-29

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – India kemungkinan besar akan menambah pembelian jet tempur MiG-29 (NATO: Fulcrum) dari Rusia. Peluang untuk menambah pesawat ini dinilai cukup besar.

Kepala Dinas Federal Rusia untuk Kerja Sama Teknik Militer Dmitry Shugayev mengatakan hal itu seperti diberitakan TASS, Senin (16/3).

“Ada peluang yang besar untuk penambahan MiG-29 (dari India),” ujar Shugayev dalam wawancara dengan Rossiya-24.

Untuk diketahui, saat ini India mengoperasikan kurang lebih 60 unit MiG-29.

Shugayev menambahkan, Rusia juga punya peluang yang baik untuk ikut serta dalam tender pengadaan 110 jet tempur baru di India.

Seperti pernah diberitakan, Rusia mengajukan jet tempur MiG-35 hasil pengembangan dari MiG-29 untuk berkompetisi dalam rencana pengadaan tersebut.

Sejak 1985

India pada 1980 memesan 66 MiG-29 untuk Angkatan Udara India (IAF) dan mulai menggunakan pesawat ini sejak 1985.

Pada 2008 New Delhi dan Moskow menandatangani program perawatan berat dan peningkatan kemampuan (upgrade) MiG-29 menjadi MiG-29UPG. Pesawat hasil proyek ini berhasil mengudara di India pada 2015.

Proyek dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu perawatan berat pesawat dan modernisasi rangka serta integrasi sistem-sistem baru. Secara otomatis masa pakai pesawat pun bertambah.

India mendapatkan transfer teknologi dalam proyek ini. Seluruh pengerjaan overhaul dan modernisasi MiG-29UPG sukses dilaksanakan di India.

MiG-29UPG hasil modifikasi dilengkapi perangkat pengisian bahan bakar di udara, kapasitas muat bahan bakar lebih banyak, dan jarak jelajah yang lebih jauh.

Demikian juga dengan kapasitas muat persenjataan untuk target-target di daratan dan laut lebih banyak. Pesawat dapat melaksanakan misi penyerangan pada siang dan malam hari dalam berbagai kondisi cuaca.

Dengan penambahan masa pakainya, MiG-29 dapat digunakan hingga 40 tahun.

Selain IAF, Angkatan Laut India (IN) juga mengoperasikan varian kapal induk MiG-29K dengan jumlah kurang lebih mencapai 45 unit.

Roni Sontani

Catatan: tulisan ini telah mendapatkan penambahan data.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *