Puslitbang Transportasi Udara kaji konsep bandara baru ibu kota RI

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Udara (Puslitbang TU) Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Perhubungan Kementerian Perhubungan, melakukan kajian untuk konsep Multiple and Smart Airport guna mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Republik Indonesia yang baru di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur sesuai program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Pembahasan dilaksanakan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Teknis Penelitian Perhubungan 2020 oleh Komisi Transportasi Udara yang dipimpin Kapuslitbang Transportasi Udara Balitbang Kemenhub Capt. Novyanto Widadi, S.AP, M.M di Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Sebelumnya, Rapat Koordinasi Teknis Penelitian Perhubungan 2020 dibuka oleh Kepala Balitbang Kemenhub Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, M.Sc di tempat yang sama.

Dijabarkan Capt. Novyanto, saat ini terdapat dua bandara pendukung IKN yang sudah ada yaitu Bandara Sepinggan, Balikpapan dan Bandara APT Pranoto di Samarinda.

Sementara satu bandara baru rencananya akan dibangun di radius maksimum 20 km dari pusat IKN untuk melengkapi kebutuhan penerbangan IKN, khususnya penerbangan VVIP dan para tamu negara. 

Kajian dilaksanakan guna menyiapkan konsep Multiple Airport yang saling mendukung satu sama lain dan Smart Airport dengan konsep bandara modern dan ramah lingkungan.

Dalam perencanaan, Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan akan dikembangkan sebagai Bandara Internasional Utama pendukung IKN. Landasan bandara ini akan dikembangkan dengan Panjang 3.250 x 60 m. Sementara kapasitas terminal disiapkan untuk 30 juta penumpang/tahun.

Kapuslitbang-Transportasi-Udara-Capt-Novyanto-Widadi-2
Rachmat Kartakusuma/AR

Kemudian untuk Bandara Internasional APT Pranoto, Samarinda akan dikembangkan sebagan Bandara Domestik Pendukung IKN.

Sesuai master plan, landasan bandara ini akan dikembangkan dengan panjang landasan 3.000 meter serta lebar 45 meter. Sementara kapasitas terminalnya dicanangkan mampu menampung 20 juta penumpang/tahun.

Akan halnya bandara baru yang akan dibangun, disarankan menjadi bandara non-reguler atau untuk General Aviation. Bandara ini rencananya merupakan bandara militer yang difungsikan privat untuk penerbangan VVIP (Presiden RI) dan para tamu negara.

Kabalitbang-Ir.-Umiatun-Tri-Hastuti-M.SC-2
Rachmat Kartakusuma/AR

Hadir dalam pembahasan teknis bandara pendukung IKN adalah perwakilan dari berbagai instansi, seperti dari Ditjen Perhubungan Udara, PT Angkasa Pura, PT Dirgantara Indonesia, dan lainnya.

Pembahasan menghasilkan poin-poin yang akan dibahas lebih lanjut dan hasilnya menjadi rekomendasi yang akan digunakan oleh pemerintah dalam membangun dan menyediakan bandara-bandara pendukung demi terwujudnya Ibu Kota Negara Republik Indonesia yang baru.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *